Khutbah Jum’at : Isi Kemerdekaan Dengan Karya Nyata Untuk Umat
Korupsi: Pengkhianatan Terhadap Bangsa dan Amanah

ISI KEMERDEKAAN
DENGAN KARYA NYATA UNTUK UMAT
Oleh: Suratno Abu Musaddad, Peserta Sekolah Tabligh Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah Angkatan III
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوْذُ بِا للّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا, وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا, مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَ وَلاَ رَسُوْلَ بَعْدَهُ. أَللّٰهُمَّ صَلِّي عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ, وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَا بِهِ أَجْمَعِيْنْ, وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أَمَّا بَعْـدُ… فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ, إِتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ, أَعُوْذُبِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ ٧٧
Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah , Di bulan Agustus yang penuh dengan semangat perjuangan ini, kita mengenang 81 tahun yang lalu, pengorbanan para pahlawan yang telah memerdekakan negeri ini dari penjajahan fisik. Mereka telah menunaikan jihad mereka, mengorbankan harta, keringat, bahkan nyawa. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ, yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Melalui mimbar yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan segenap jamaah. Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah , karena sesungguhnya orang-orang yang bertakwalah yang akan meraih kemenangan.
Hadirin Sidang Jumat yang Berbahagia,
Pada bulan kemerdekaan ini, memang kita patut bersyukur kepada Allah atas nikmat kemerdekaan yang telah dianugerahkan kepada bangsa Indonesia. Kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga kesempatan untuk beribadah, belajar, bekerja, berdakwah, dan membangun peradaban yang diridhai Allah.
Allah berfirman (QS. Al-Qashash [28] : 77),
وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ ٧٧
Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
Jamaah Sidang Jumat yang dimuliakan Allah,
Kemerdekaan harus diisi dengan karya nyata, bukan sekadar perayaan. Seorang muslim yang baik adalah muslim yang produktif, bermanfaat, dan memberikan kontribusi bagi umat serta bangsa.
Rasulullah ﷺ bersabda (HR. Ahmad),
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Hadits ini mengajarkan bahwa ukuran kemuliaan seorang muslim bukan hanya pada banyaknya ilmu atau ibadahnya, tetapi juga pada manfaat yang diberikannya kepada orang lain.
Merdeka yang sesungguhnya adalah ketika seorang muslim mampu membebaskan dirinya dari:
ü kemalasan,
ü kebodohan,
ü kemiskinan,
ü korupsi,
ü dan berbagai bentuk kemaksiatan.
Kemerdekaan yang benar melahirkan semangat untuk berkarya, bekerja dengan jujur, belajar dengan sungguh-sungguh, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Allah berfirman (QS. At-Taubah [9] : 105),
وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ ١٠٥
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bekerjalah! Maka, Allah, rasul-Nya, dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu. Kamu akan dikembalikan kepada (Zat) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Lalu, Dia akan memberitakan kepada kamu apa yang selama ini kamu kerjakan.”
Ayat ini merupakan motivasi agar kaum muslimin tidak menjadi umat yang pasif. Islam adalah agama amal, agama kerja, dan agama peradaban.
Oleh karena itu, mari kita isi kemerdekaan dengan:
- Meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak.
- Menuntut ilmu dan mencerdaskan generasi.
- Bekerja secara profesional dan amanah.
- Menguatkan persatuan umat dan bangsa.
- Berdakwah serta menebarkan manfaat kepada masyarakat.
Jamaah Sidang Jumat yang dimuliakan Allah,
Marilah kita terus bersyukur atas nikmat kemerdekaan yang Allah karuniakan. Rasa syukur itu hendaknya diwujudkan dengan menjaga persatuan, meningkatkan kualitas diri, serta memberikan karya terbaik untuk umat dan bangsa.
Allah berfirman (QS. Ibrahim [14] : 7):
…لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ … ٧
“Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepada kalian.”
Rasulullah ﷺ juga bersabda (HR. Al-Baihaqi):
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ .
“Sesungguhnya Allah mencintai apabila salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan itqan (sungguh-sungguh dan profesional).”
Mari jadikan semangat kemerdekaan sebagai semangat untuk melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan berprestasi, jangan sampai sebaliknya melakukan kerusakan termasuk perbuatan tercela KORUPSI, maka adzab Allah akan turun, Allah berfirman (QS. Ibrahim [14] : 7):
…وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ٧
“tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras. “
Korupsi: Pengkhianatan Terhadap Bangsa dan Amanah
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Salah satu ancaman terbesar bagi kemerdekaan dan kemajuan bangsa adalah korupsi. Korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga pengkhianatan terhadap amanah rakyat, pengkhianatan terhadap negara, dan dosa besar di sisi Allah .
Uang yang dikorupsi sejatinya adalah hak masyarakat; hak orang miskin, hak pendidikan anak-anak bangsa, hak pembangunan, dan hak kesejahteraan umat. Karena itu, koruptor pada hakikatnya adalah pengkhianat bangsa yang merusak cita-cita para pejuang kemerdekaan.
Allah berfirman (QS. Al-Anfal [8] : 27),
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَخُوْنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ وَتَخُوْنُوْٓا اَمٰنٰتِكُمْ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ.
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul, dan jangan pula mengkhianati amanah yang dipercayakan kepada kalian, sedangkan kalian mengetahui.”
Rasulullah ﷺ juga bersabda (HR. Ahmad),
لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ
“Tidak sempurna iman seseorang yang tidak memiliki amanah.”
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Bangsa ini tidak akan maju hanya dengan sumber daya alam yang melimpah. Bangsa ini akan maju apabila dipimpin oleh orang-orang yang jujur, amanah, dan takut kepada Allah. Karena itu, marilah kita mulai dari diri sendiri dengan menjauhi segala bentuk korupsi, suap, manipulasi, penyalahgunaan jabatan, dan mengambil hak orang lain secara batil.
Kemerdekaan yang sejati bukan hanya terbebas dari penjajah, tetapi juga terbebas dari budaya korupsi, ketidakjujuran, dan pengkhianatan terhadap amanah.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ, وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلْ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ, اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ أَشْرَفِ الْـمُرْسَلِيْنَ, وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَـعِيْنَ,
أَمَّـابَعْـدُ… مَعَا شِرَ الْمُسْلِمِنَ, رَحِمَكُمُ اللّٰهُ, تَّقُوْا ٱللّٰهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖۖ وَٱتَّقُوْا ٱللّٰهَۚ قَالَ اللّٰهُ تَعَـالَى فِيْ كِتَا بِهِ الْكَرِيْمِ: أَعُوْذُبِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, إِنَّ ٱللّٰهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا. ٱلۡحَمۡدُ لِلّٰهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ, وَالصَّلآةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ, وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, وَرْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْ حَمَ لرَّا حِمِيْنَ… أَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ, وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ, إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ, يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ، أَللّٰهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا, وَذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا, وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا، رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ, وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا, غِلَّا لِّلَّذِيْنَ آمَنُوْا, رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا, وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْن.
أَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُ قْنَا اتِّبَا عَهُ, وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَرْزُ قْنَا اجْتِنَا بَهُ. أَللّٰهُمَّ أَدِمْ عَلَيْنَا نِعْمَةَ الْإِيمَانِ وَالْأَمْنِ وَالسَّلَامَةِ, وَارْزُقْنَا قِيَادَةً عَادِلَةً رَاشِدَةً, تَحْكُمُ بِكِتَابِكَ وَتَتَّبِعُ سُنَّةَ نَبِيِّكَ, وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الَّذِينَ يَسْعَوْنَ لِإِعْمَارِ الْأَرْضِ بِالْحَقِّ وَالْعَدْلِ, حَتَّى تَكُونَ بِلَادُنَا بَلْدَةً طَيِّبَةً وَرَبٌّ غَفُورٌ. رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً, وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً, وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوُنَ, وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ, وَلْحَمْدُلِلّٰهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْن.
*Pleno Pimpinan Cabang Muhammadiyah Jumantono, Majelis Tabligh PDM Karanganyar, Peserta Sekolah Tabligh MT Jawa Tengah Angkatan ke-3




