BeritaDinamika PesyarikatanDinamika Tabligh

Menjaga Diri dari Kerugian Waktu dan Negeri Digital

Duduk melangkahkan kaki ke masjid untuk mendengarkan pengajian memiliki keutamaan dan keberkahan yang sangat besar dibandingkan menghabiskan waktu di rumah hanya dengan bermain smartphone. Waktu adalah amanah, dan bagaimana kita memanfaatkannya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Hukum Memanfaatkan Waktu dan Menuntut Ilmu

Allah SWT mengingatkan manusia tentang pentingnya memanfaatkan waktu agar tidak termasuk golongan orang yang rugi melalui Surah Al-‘Asr:

وَالْعَصْرِ ۙ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Artinya: “Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-‘Asr: 1-3)

Saat seseorang memilih hadir di majelis ilmu, ia sedang memenuhi kriteria orang yang tidak rugi, yaitu beramal saleh dan saling menasihati dalam kebenaran.

Keutamaan Duduk di Masjid Mendengarkan Pengajian

Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan luar biasa bagi orang-orang yang berkumpul di rumah Allah untuk mempelajari agama:

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Artinya: “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, mereka diliputi rahmat, dinaungi oleh para malaikat, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan para makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

Perbandingan Waktu yang Digunakan

Bermain HP di Rumah: Sering kali membuat seseorang lalai dari mengingat Allah (gaflah), membuang waktu secara sia-sia untuk hal yang kurang bermanfaat, serta berisiko terpapar dampak negatif media sosial.

Hadir di Majelis Ilmu: Mendapat ketenangan jiwa (sakinah), dicatat sebagai amal jariyah menuntut ilmu, mempererat silaturahmi antar sesama Muslim, serta didoakan oleh para malaikat.

Mengalihkan perhatian sejenak dari layar gawai untuk melangkahkan kaki ke masjid bukan hanya menyegarkan pikiran, tetapi juga memberi nutrisi terbaik bagi jiwa dan iman kita. (Mister Kismadi, SE MPI PCM Kalibening. KMM PDM Banjarnegara)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button