Bekali Visi BERAKSI, SMP Muhammadiyah 2 Purwokerto Lepas Mahasiswa PPL UIN Saizu Menjadi Pendidik Berjiwa Dakwah

PURWOKERTO – SMP Muhammadiyah 2 Purwokerto semakin mengukuhkan posisinya sebagai laboratorium pendidikan yang unggul dan inklusif. Hal ini tercermin dalam seremoni pelepasan 12 mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) II Kelompok 23 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto pada Jumat (21/02/2026).
Selama kurang lebih 40 hari, para mahasiswa dari berbagai program studi (PAI, Bahasa Inggris, dan Matematika) ini telah melebur dalam ekosistem sekolah yang berlandaskan visi BERAKSI (Bertaqwa, Prestasi, Kreatif, Kolaboratif, dan Komunikasi).
Mentransformasi Teori Menjadi Bekal Dakwah Pendidikan
Ketua PPL II Kelompok 23, Ahmad Nur Ikhya, dalam sambutannya menggunakan filosofi “Tas Ransel” untuk menggambarkan perjalanan mereka.
“Kami datang dengan tas ransel yang kosong, dan hari ini kami pulang dengan ransel yang penuh. Bukan sekadar nilai akademik, tapi pengalaman nyata tentang tanggung jawab moral sebagai calon pendidik. Kami bangga bisa menjadi bagian dari keluarga besar SMP Muhammadiyah 2 Purwokerto,” ujarnya penuh haru.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Khairunnisa Dwinalida, M.Pd., mengapresiasi keterbukaan Muhammadiyah dalam membimbing mahasiswa lintas instansi. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan bentuk nyata dari ukhuwah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kepala Sekolah: Guru Harus Berjiwa Ikhlas dan Kreatif
Kepala SMP Muhammadiyah 2 Purwokerto, ibu Yuni Prihartini, M.Pd. memberikan pesan ideologis yang mendalam saat prosesi penarikan mahasiswa. Beliau menekankan bahwa menjadi pendidik di lingkungan Muhammadiyah menuntut lebih dari sekadar transfer pengetahuan.
> “Kehadiran saudara sekalian telah menjadi bagian dari dinamika sekolah. Menjadi guru, terutama di sekolah swasta Muhammadiyah, adalah panggilan dakwah. Dibutuhkan keikhlasan, dedikasi, dan kreativitas tinggi. Tugas guru tidak berhenti di balik meja kelas, tapi juga hadir dalam kegiatan keagamaan, sosialisasi ke masyarakat, hingga pendampingan bakat minat siswa,” tegasnya.
>
Beliau juga menambahkan bahwa tantangan di sekolah swasta justru merupakan “ladang amal” yang luar biasa. Pengalaman mahasiswa dalam membantu program seperti SPMB dan kegiatan literasi keagamaan diharapkan menjadi modal untuk menjadi guru yang adaptif dan menginspirasi di masa depan.
Internalisasi Visi BERAKSI
Selama PPL, para mahasiswa mengakui keunggulan sistem pendidikan di SMP Muhammadiyah 2 Purwokerto yang sangat mendukung keberagaman bakat siswa. Hal ini sejalan dengan aspek Kreatif dan Komunikasi yang menjadi pilar sekolah. Mahasiswa melihat langsung bagaimana nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) diintegrasikan dalam setiap aspek pembelajaran.
Acara pelepasan ini ditutup dengan ramah tamah dan komitmen untuk terus menjaga tali silaturahmi antara SMP Muhammadiyah 2 Purwokerto dengan UIN Saizu, demi kemajuan dakwah pendidikan di Jawa Tengah.
Agus Salim,
Ketua PCPM Purwokerto Selatan




