Kuliah Perdana Sekolah Tabligh PDM Karanganyar Resmi Dimulai

Karanganyar – Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar resmi menggelar kuliah perdana pada Ahad, 3 Mei 2026. Sekolah Tabligh yang diinisiasi oleh Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah ini diproyeksikan sebagai langkah strategis dalam mencetak dai yang mumpuni, baik dari sisi keilmuan maupun keterampilan dakwah. Program ini dirancang untuk melahirkan kader dai yang tidak hanya kuat secara materi, tetapi juga terampil dalam menyampaikan pesan dakwah secara efektif di tengah masyarakat.
Kegiatan perdana yang berlangsung penuh semangat ini diikuti oleh 36 peserta dari 45 peserta yang telah terdaftar. Dalam pelaksanaannya, Sekolah Tabligh akan berlangsung selama 8 bulan, terdiri dari 5 bulan pembelajaran teori dan 3 bulan praktik lapangan. Untuk kegiatan tatap muka, dilaksanakan di Aula SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar, sementara materi daring akan diisi oleh para pemateri dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan PWM Jawa Tengah.
Kuliah perdana ini dibagi dalam empat sesi utama. Sesi pertama dimulai pukul 08.00–09.45 WIB dengan materi “Motivasi Dakwah” yang disampaikan oleh Ustaz Dr. H. Muh Samsuri, M.Si. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya keikhlasan dan semangat dalam berdakwah sebagai fondasi utama seorang dai.
Selanjutnya, sesi kedua berlangsung pukul 10.00–11.45 WIB dengan materi “Komunikasi Dakwah” oleh Ustaz H. Arif Nasirudin, S.Ag., M.Pd. Materi ini memberikan bekal kepada peserta tentang teknik komunikasi yang efektif agar pesan dakwah dapat diterima dengan baik oleh berbagai kalangan.
Pada sesi ketiga pukul 13.00–14.45 WIB, Ustaz Teguh Anshori, SE., S.Sy., M.H. dijadwalkan menyampaikan materi “Dasar Retorika”. Peserta dibekali kemampuan berbicara yang sistematis, persuasif, dan menarik, sebagai keterampilan penting dalam berdakwah di ruang publik.
Adapun sesi keempat sebagai penutup dijadwalkan pukul 15.30–17.00 WIB dengan materi “Amalan Penyubur Ruhiyah Da’i” oleh Ustaz Muh Taqwim, S.Pd.I., M.Pd. Materi ini menekankan pentingnya menjaga kekuatan spiritual sebagai penopang utama dalam aktivitas dakwah.
Sekolah Tabligh ini merupakan program turunan dari Majelis Tabligh PWM, yang pada angkatan ke-3 ini salah satunya diselenggarakan di Karanganyar. Kegiatan dilaksanakan setiap hari Ahad dengan sistem selang-seling antara pertemuan luring dan daring, guna memberikan fleksibilitas sekaligus optimalisasi pembelajaran.
Dengan dimulainya program ini, diharapkan lahir generasi dai Muhammadiyah yang kompeten, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan dakwah di era modern. (Ismail)




