BeritaDinamika Pesyarikatan

MI Muhammadiyah Pucung Hadapi Tantangan Peserta Didik dan Sarana, PCA Bancak Harapkan Dukungan untuk KB Nyai Siti Walidah

📅 Ahad, 12 April 2026 | 24 Syawal 1447 H

SEMARANG – Kunjungan silaturahmi ke MI Muhammadiyah Pucung, Cabang Bancak, Kabupaten Semarang menjadi momentum untuk menyerap berbagai aspirasi dan kondisi yang dihadapi amal usaha pendidikan Muhammadiyah di tingkat akar rumput.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan berkesempatan bertemu dengan Kepala MI Muhammadiyah Pucung, Ibu Zhanita, S.Pd., serta Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Bancak, Ibu Dra. Rahmawati Amalia. Pertemuan berlangsung hangat sekaligus menjadi ajang penyampaian berbagai persoalan yang saat ini dihadapi lembaga pendidikan Muhammadiyah di wilayah tersebut.

Kepala MI Muhammadiyah Pucung, Zhanita, S.Pd., menyampaikan bahwa madrasah yang berdiri sejak tahun 1959 itu saat ini menghadapi beberapa kendala yang cukup serius. Salah satu persoalan utama adalah sulitnya mendapatkan peserta didik baru setiap tahun ajaran.

“Jumlah siswa saat ini hanya sekitar 40-an anak. Setiap tahun ajaran baru, jumlah pendaftar masih sangat sedikit,” ujarnya.

Selain itu, persoalan sarana dan prasarana juga menjadi perhatian. Beberapa bagian gedung sekolah membutuhkan renovasi agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih nyaman dan aman bagi siswa maupun guru.

“Kondisi bangunan sekolah saat ini ada beberapa bagian yang perlu diperbaiki dan direnovasi,” tambahnya.

Kendala lain yang tidak kalah penting adalah terkait kesejahteraan guru. MI Muhammadiyah Pucung saat ini memiliki enam orang guru dan satu kepala sekolah, yang seluruhnya berstatus guru honorer.

Menurut Zhanita, kondisi tersebut berdampak pada kesejahteraan para pendidik yang masih jauh dari standar kelayakan.

“Karena semuanya berstatus honorer, penghasilan para guru masih sangat terbatas dan jauh dari standar kesejahteraan seorang pendidik,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PCA Bancak, Dra. Rahmawati Amalia, juga menyampaikan perkembangan amal usaha pendidikan ‘Aisyiyah di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa di Dusun Taruman, Desa Truko, Kecamatan Bringin—yang berbatasan dengan Kecamatan Bancak—telah berdiri Kelompok Bermain (KB) Nyai Siti Walidah sejak dua tahun terakhir.

Namun hingga kini, kegiatan belajar mengajar masih menempati rumah warga yang disewa karena belum memiliki gedung sendiri.

Padahal, menurut Rahmawati, saat ini sudah tersedia tanah wakaf seluas 360 meter persegi dari Bapak Syahroni yang direncanakan untuk pembangunan gedung KB tersebut.

“Kami berharap PDM Kabupaten Semarang maupun PWM Jawa Tengah dapat memberikan bantuan agar KB Nyai Siti Walidah Taruman Truko dapat segera memiliki gedung sendiri,” harapnya.

Silaturahmi ini diharapkan dapat menjadi pintu pembuka bagi berbagai pihak untuk memberikan perhatian dan dukungan terhadap pengembangan amal usaha pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, khususnya di wilayah Bancak dan sekitarnya. Dukungan tersebut penting agar lembaga pendidikan Muhammadiyah tetap mampu menjalankan perannya dalam mencerdaskan kehidupan umat dan masyarakat. (Rohmad, SH.)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button