
Awal Januari tanggal 1 tahun 2026 kuawali dengan Kuliah Subuh Tafsir Surah Muhammad ayat 19.
.
“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas dosa orang-orang mukmin laki-laki dan mukmin perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.”
(QS. Muhammad: 19)
.
Di ayat ini, Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā memberikan perintah yang sangat mendasar namun sering kita remehkan: memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa kita, dan juga memohonkan ampun bagi orang-orang mukmin, baik laki-laki maupun perempuan.
.
Mengapa perintah ini begitu penting?
Karena sesungguhnya, yang paling harus kita perhatikan, kita cintai, dan kita sayangi adalah keselamatan diri kita sendiri dari musibah yang paling besar. Dan musibah paling besar itu bukan kehilangan harta, bukan kehilangan jabatan, bahkan bukan kehilangan manusia yang kita cintai, melainkan dimurkai Allah dan dimasukkan ke dalam neraka.
.
Musibah itu bisa terjadi ketika kita melekat dengan dosa-dosa, sementara dosa-dosa itu tidak diampuni oleh Allah.
.
Padahal kita adalah manusia biasa. Tidak ada satu pun dari kita yang benar-benar lepas dari dosa. Dosa yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Dosa yang lahir dari kesombongan maupun yang muncul karena hawa nafsu. Dosa masa lalu, dosa hari ini, bahkan dosa yang akan datang. Dosa kecil maupun dosa besar. Dosa yang tersembunyi maupun yang nampak.
.
Bahkan terkadang, kita merasa sedang berbuat kebaikan, padahal di sisi Allah kita sedang melakukan kesalahan dan kita tidak menyadarinya. Karena hanya Allah yang benar-benar mengetahui hakikat dosa dan kekurangan kita.
.
Itulah sebabnya, yang paling utama dalam hidup ini adalah memperbanyak istighfar, memohon ampun kepada Allah atas seluruh dosa dan kesalahan kita.
.
Rasulullah ﷺ itu manusia paling suci, yang diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Itu saja tetap beristighfar kepada Allah lebih dari 70 kali sehari, bahkan dalam riwayat lain disebutkan sampai 100 kali.
.
Ini menunjukkan bahwa istighfar bukan hanya untuk orang yang merasa berdosa, tetapi untuk siapa pun yang ingin selamat di sisi Allah.
.
Selain memohon ampun untuk diri sendiri, kita juga diperintahkan di ayat di atas untuk memohonkan ampun bagi orang-orang beriman, baik laki-laki maupun perempuan. Sebab, jalan ketakwaan tidak akan pernah bisa ditempuh dengan hati yang kotor. Ketakwaan menuntut hati yang bersih dari kebencian, hati yang rendah hati, tidak merasa lebih suci dari sesama mukmin, dan hati yang penuh kasih sayang.
.
Kasih sayang itu bisa diwujudkan dalam doa. Dan doa terbaik untuk sesama mukmin adalah memohonkan ampun dan keselamatan bagi mereka.
.
Rasulullah ﷺ senantiasa memohonkan ampun untuk umatnya. Maka sebagai umatnya, sudah sepatutnya kita meneladani beliau: memohonkan ampun untuk seluruh kaum mukminin dan mukminat, tanpa kecuali.
.
Karena boleh jadi, keselamatan kita bukan hanya datang dari istighfar untuk diri sendiri, tetapi juga dari hati yang bersih dan doa tulus untuk sesama orang beriman.
Cilacap, 01 Januari 2026




