
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى أله وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ
Hadirin kaum muslimin muslimat rahimakumullah
Menjaga lingkungan sangat penting untuk kelangsungan hidup semua makhluk, karena lingkungan yang sehat menjamin kesehatan fisik (terhindar dari penyakit, polusi udara/air), kesehatan mental (lebih nyaman dan tenang), kelestarian sumber daya alam, keanekaragaman hayati, dan membantu memerangi perubahan iklim (mengurangi pemanasan global). Tanpa lingkungan yang baik, manusia dan makhluk hidup lainnya tidak bisa bertahan hidup dengan layak.
Saudara saudaraku yang dirahmati Allah, Ketakwaan tidak hanya terbatas pada ibadah mahdhah seperti shalat, puasa, dan zakat, tetapi juga mencakup bagaimana kita memperlakukan alam sekitar sebagai bagian dari tanggung jawab kita sebagai khalifah di muka bumi.
Saudara saudariku yang dirahmati Allah
Allah SwT berfirman dalam Al-Qur’an:
وَلَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَا وَٱدۡعُوهُ خَوۡفٗا وَطَمَعًاۚ إِنَّ رَحۡمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٞ مِّنَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ
“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf: 56).
Ayat ini mengingatkan kita bahwa bumi adalah amanah dari Allah SwT. Kita diperintahkan untuk menjaga dan merawatnya, bukan merusaknya. Kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini, seperti pencemaran udara, penebangan hutan secara liar, dan sampah plastik yang menumpuk, adalah akibat dari ulah manusia yang lalai terhadap amanah ini.
Rasulullah saw juga mengajarkan kita untuk peduli terhadap lingkungan. Dalam sebuah hadits, beliau bersabda:
إِنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا يَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا، فَلْيَفْعَلْ
“Jika hari kiamat terjadi sementara di tangan salah seorang di antara kamu ada bibit kurma, maka jika ia mampu untuk tidak berdiri sampai ia menanamnya, maka lakukanlah.” (HR. Ahmad).
Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya menanam dan merawat lingkungan, bahkan dalam situasi yang paling genting sekalipun.
Saudara saudariku yang dirahmati Allah
Isu lingkungan adalah isu global yang membutuhkan perhatian serius dari semua pihak. Perubahan iklim, pemanasan global, dan bencana alam yang semakin sering terjadi adalah tanda-tanda bahwa bumi kita sedang tidak baik-baik saja. Sebagai umat Islam, kita memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk turut serta dalam upaya pelestarian lingkungan.
Dalam kehiduapn sehari-hari ada beberapa langkah kecil yang bisa kita lakukan setidaknya mengurangi terjadinya kerusakan alam, antara lain:
Pertama, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Plastik adalah salah satu penyumbang terbesar pencemaran lingkungan. Mulailah dengan membawa tas belanja sendiri dan menggunakan botol minum yang bisa dipakai ulang.
Kedua, menghemat air dan listrik. Air dan energi adalah sumber daya yang terbatas. Gunakanlah dengan bijak dan tidak berlebihan.
Ketiga, menanam pohon. Pohon tidak hanya memberikan oksigen, tetapi juga membantu mengurangi polusi udara dan mencegah banjir.
Keempat, membuang sampah pada tempatnya. Kebersihan adalah bagian dari iman. Jangan sampai kita merusak lingkungan dengan membuang sampah sembarangan.
Saudara saudariku yang dirahmati Allah
Menjaga lingkungan adalah tanggungjawab bersama, yang terbesar tanggungjawab ada pemerintah, dan kita mempunyai peran yang tidak kecil dalam menjaga lingkungan, Setiap tindakan kecil yang kita lakukan untuk menjaga lingkungan akan bernilai ibadah di sisi Allah SwT. Mari kita jadikan bumi ini sebagai tempat yang layak untuk ditinggali oleh generasi mendatang.
Demikian kultum singkat yang bisa kami sampaikan semoga bisa memberi manfaat untuk kita semua. Aamiin.
Wassalamu’alaikum wrahmatullahi wabarakatuh.
Khoiruman, S.IP
Mahasiswa sekolah Tabligh Banjarnegara




