KhutbahKhutbah Jum'at

Khutbah Jum’at : Bohong Itu Susah, Jujur Itu Mudah

Dr. H. Ali Trigiyatno, M.Ag (Ketua Majelis Tabligh PWM Jateng

 

ٱلْـحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي أَمَرَ بِٱلصِّدْقِ، وَنَهَىٰ عَنِ ٱلْكَذِبِ، وَجَعَلَ ٱلصَّادِقِينَ فِي أَعْلَى ٱلْمَنَازِلِ، وَٱلْكَاذِبِينَ فِي أَسْفَلِ ٱلدَّرَكَاتِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَادِقُ ٱلْوَعْدِ ٱلْأَمِينُ، صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا ٱلْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِيَ ٱلْمُقَصِّرَةَ بِتَقْوَى ٱللَّهِ، فَإِنَّهَا وَصِيَّةُ ٱللَّهِ لِلْأَوَّلِينَ وَٱلْآخِرِينَ، قَالَ تَعَالَىٰ:﴿ يَـٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَكُونُواْ مَعَ ٱلصَّـٰدِقِينَ ﴾(سورة التوبة: ١١٩

Hadirin jamaah Jumat yang berbahagia, selaku khatib senantiasa berpesan untuk selalu menjaga dan meningkatkan nilai-nilai iman dan taqwa, serta pertahankan sampai maut menjemput kita masing-masing.

Pada kesempatan khutbah ini, izinkan kami mneyampaikan khutbah dnegan jdul Jujur itu mudah, bohong itu susah. Banyak orang mengira bahwa berbohong itu jalan pintas, padahal kenyataannya bohong itu menyusahkan, bukan hanya dirinya sendiri tapi juga orang lain. Bohong memerlukan tambahan kebohongan lain untuk menutupi kebohongan sebelumnya. Hingga akhirnya kebohongan itu terbongkar karena ketidakkonsistenan antara kebohongan yang satu dengan yang lainnya. Bohong membuat hati gelisah, pikiran kacau, dan hubungan rusak. Sebaliknya, jujur itu ringan, menenangkan, dan membawa berkah.

Dampak Psikologis Kebohongan Berdasarkan Riset para ahli bisa dikemukakan hal-hal sebagai berikut :

  • Penurunan Harga Diri dan Perasaan Negatif

Penelitian oleh Dr. Muzinic menunjukkan bahwa kebohongan, baik yang bersifat egois maupun altruistik, tetap menurunkan harga diri dan meningkatkan emosi negatif seperti rasa bersalah dan cemas. Ini terjadi karena adanya konflik antara nilai moral internal dan tindakan yang dilakukan.

  • Stres dan Beban Kognitif

Berbohong memerlukan usaha mental ekstra untuk menjaga konsistensi cerita, mengingat kebohongan sebelumnya, dan mengantisipasi kemungkinan terbongkarnya kebohongan. Hal ini meningkatkan beban kognitif dan stres, yang dalam jangka panjang dapat memengaruhi kesehatan mental.

  • Kejang Psikofisiologis dan Reaksi Tubuh

Studi yang dikutip oleh Tirto.id menyebut bahwa kebohongan bisa memicu reaksi fisik ekstrem seperti kejang-kejang pada individu yang mengalami tekanan berat akibat kebohongan yang mereka simpan.

  • Hubungan dengan Self-Monitoring dan Kemampuan Verbal

Penelitian oleh Rijal Abdillah dkk. menunjukkan bahwa individu dengan kemampuan self-monitoring tinggi dan keterampilan verbal yang baik cenderung lebih mampu berbohong secara meyakinkan. Namun, ini juga membuat mereka lebih rentan terhadap konflik batin dan manipulasi sosial.

  • Efek Sosial dan Relasional

Kebohongan yang terus-menerus dapat merusak kepercayaan dalam hubungan interpersonal, menciptakan jarak emosional, dan menimbulkan rasa kesepian atau keterasingan.

Jamaah Jumat yang berbahagia

Terkait dengan kewajiban berlaku jujur, Allah berfirman:

﴿ يَـٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَكُونُواْ مَعَ ٱلصَّـٰدِقِينَ ﴾ (سورة التوبة: ١١٩

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan jadilah kalian bersama orang-orang yang jujur.”

Rasulullah ﷺ juga mengingatkan lewat sabdanya:

«عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا (رواه البخاري ومسلم

“Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga. Seseorang akan terus berlaku jujur dan berusaha jujur hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai orang yang sangat jujur.” ( HR Bukhari-Muslim)

Jika Allah menyuruh kita jujur, sebaliknya Allah melarang kita berbuat dusta. Ancaman bagi Pendusta tersebut dalam Surat Ali Imran ayat 61 yang berbunyi :

Allah berfirman:

﴿ فَنَجْعَلْ لَّعْنَةَ ٱللَّهِ عَلَى ٱلْكَـٰذِبِينَ ﴾ (سورة آل عمران: ٦١

“Maka kami jadikan laknat Allah atas orang-orang yang berdusta.”

Rasulullah ﷺ bersabda:

«وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا»(رواه البخاري ومسلم)

“Sesungguhnya dusta membawa kepada kefajiran, dan kefajiran membawa ke neraka. Seseorang akan terus berdusta dan berusaha berdusta hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” ( HR Bukhari-Muslim)

Hadirin jamaah Jumat rahimakukumullah

Jujur itu mudah karena tidak perlu menghafal kebohongan. Jujur itu ringan karena tidak menimbulkan beban batin. Jujur itu mulia karena mendekatkan kita kepada surga. Maka, jadilah orang jujur dalam ucapan, transaksi, laporan, dan kehidupan sehari-hari.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ نَفْسِيَ الْخَاطِئَةَ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَإِنَّهَا وَصِيَّةُ اللَّهِ لِلْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ، قَالَ تَعَالَى:﴿وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ﴾ [النساء: 131].

Jamaah Jumat rahimakumullah

Mari kita jadikan kejujuran sebagai karakter utama umat Islam. Didik anak-anak kita untuk jujur sejak dini. Bangun masyarakat yang percaya karena kejujuran. Jangan korbankan integritas demi keuntungan sesaat.

رَّبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَٱجْعَل لِّى مِن لَّدُنكَ سُلْطَٰنًا نَّصِيرًا

“Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِينَ.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هٰذَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، سَخَاءً رَخَاءً، وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أُمُورِنَا لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَخُذْ بِنَوَاصِيهِمْ إِلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى، وَاجْعَلْهُمْ رُعَاةً لَا رُعَاةً عَلَيْنَا.اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button