KhutbahKhutbah Istisqo

Khutbah Istisqa : Memohon Hujan Dan Rahmat Allah

Oleh : Hanif Sidiq Aryanto (MTT PCM Kemranjen)

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ , أمَّا بعدُ:

فاتَّقوا اللهَ عبادَ اللهِ، واعْلَمُوا أنَّكُمْ إليْهِ صَائِرُونَ، وَعَلَى أَعْمَالِكُمْ مَجْزيُّونَ، ﴿ فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (٧) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (٨) ﴾ [الزَّلزلة: ٧، ٨]، ﴿ وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ ﴾ [البقرة: ٢٨١].

Ma’syiral muslimin rahimakumullah, segala puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah subhanahu wa ta’ala, atas segala limpahan dan karunian-Nya, kita semua dapat berkumpul di tempat yang mulia ini dalam rangka melaksanakan shalat idul adha tahun ini.

Shalawat dan salam, senantiasa tercurah kepada nabi kita Muhammad shalallahu alaihi wasalam, para keluarga beliau, para sahabat, tabi’ien dan tabi’ut-tabi’ien serta segenap kaum muslimin yang senantiasa tsiqah menegakan sunah-sunah nabi shalallahu alaihi wasalam hingga akhir zaman nanti.

Ma‘āsyiral Muslimīn raḥimakumullāh,

Kekeringan telah melanda negeri kita. Tanah menjadi tandus, pepohonan meranggas, dan sumber mata air mulai habis. Semua ini mengingatkan kita akan kebesaran Allah Ta‘ālā, yang Maha Welas Asih. Dialah yang memberi kita air sebagai sumber kehidupan dan menumbuhkan berbagai tanaman sebagai bahan pangan.

Saudaraku kaum Muslimin raḥimakumullāh,

Tiada yang dapat mencurahkan hujan kecuali Allah semata. Tiada yang dapat menyuburkan tanah yang tandus kecuali Allah semata. Oleh karena itu, seyogianya kita menengadahkan tangan, memohon belas kasih-Nya, agar Dia mencurahkan rahmat-Nya kepada kita, menurunkan hujan yang membawa berkah, serta menyuburkan kembali tanah yang hampir mati.

Saudaraku raḥimakumullāh,

Kekeringan adalah musibah. Dan tidak ada musibah kecuali akibat dari ulah tangan kita sendiri, sebagaimana firman-Nya:

﴿ وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ ﴾ [الشورى: ٣٠]

“Dan musibah apa pun yang menimpa kalian adalah karena perbuatan tangan kalian sendiri. Dan Allah memaafkan banyak (kesalahan).” (QS. Asy-Syūrā: 30)

Untuk itu, pertama yang harus kita lakukan adalah mawas diri. Dosa dan maksiat apakah gerangan yang memicu musibah ini? Jika dosa itu dilakukan oleh pribadi, maka efek musibah hanya akan menimpa pribadi. Namun jika dosa itu dilakukan oleh mayoritas orang, maka musibah itu akan menimpa secara luas, sebagaimana firman Allah:

﴿ وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنكُمْ خَاصَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ ﴾ [الأنفال: ٢٥]

“Dan peliharalah dirimu dari fitnah (bencana) yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian. Dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya.” (QS. Al-Anfāl: 25)

Saudaraku sekalian raḥimakumullāh,

Mari kita hentikan segala perbuatan dosa dan maksiat, terutama segala hal yang haram, baik dari sisi makanan, minuman, pakaian, maupun lainnya. Karena perkara yang haram itu menyebabkan doa-doa kita tidak terkabul. Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ، فَقَالَ: ﴿يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا﴾، وَقَالَ: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ﴾، ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ، أَشْعَثَ أَغْبَرَ، يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ؟  (رواه مسلم )

“Sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Allah memerintahkan orang-orang beriman sebagaimana Dia memerintahkan para rasul. Allah berfirman: ‘Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan beramallah yang saleh’ (QS. Al-Mu’minun: 51). Dan Allah berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian’ (QS. Al-Baqarah: 172).

Kemudian Nabi ﷺ menyebutkan tentang seorang lelaki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu, ia menengadahkan tangannya ke langit seraya berdoa: ‘Ya Rabb, Ya Rabb.’ Namun makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia diberi makan dari yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan?”

Saudaraku raḥimakumullāh,

Segala sesuatu yang kita dapatkan dari jalan yang tidak sesuai dengan syariat pada hakikatnya adalah perkara yang haram. Baik itu melalui transaksi riba, korupsi, mencuri, memakan harta orang lain dengan cara zalim, maupun bentuk kezaliman lainnya. Oleh karena itu, mari kita periksa dengan jujur segala pemasukan kita, apakah berasal dari jalan halal ataukah dari jalan yang merampas hak orang lain secara zalim.

Kedua, menjaga silaturahmi kekeluargaan dan kebersamaan juga menjadi sarana terkabulnya doa. Sebab salah satu penyebab tertolaknya doa adalah memutus silaturahmi. Nabi ﷺ bersabda:

يُسْتَجَابُ لِلرَّجُلِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ  (رواه البخاري ومسلم)

“Doa seorang hamba akan dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk dosa atau memutuskan silaturahmi “

Memutus silaturahmi juga menyebabkan rahmat Allah tidak turun, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

إِنَّ الرَّحْمَةَ لَا تَنْزِلُ عَلَى قَوْمٍ فِيهِمْ قَاطِعُ رَحِمٍ   (رواه الطبراني في الكبير، وصححه الألباني في السلسلة الصحيحة رقم ٩٢٩)

“Sesungguhnya rahmat Allah tidak turun kepada suatu kaum yang di dalamnya terdapat orang yang memutus silaturahmi.”

Saudaraku raḥimakumullāh,

Untuk itu mari kita jaga segala hal yang dapat menimbulkan sengketa, terutama lisan, tutur kata, bahasa, serta ucapan-ucapan virtual yang kita unggah melalui media sosial. Jangan sampai melukai hati orang lain sehingga menimbulkan keresahan. Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Ketiga, mari kita perbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah sebagai wasilah untuk meraih keberkahan dari-Nya, sebagaimana firman-Nya:

﴿ وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى ﴾ [طه: ١٣٢]

“Dan perintahkanlah keluargamu untuk melaksanakan shalat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, (sebab) Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Ṭāhā: 132)

Saudaraku raḥimakumullāh,

Selain melaksanakan amalan yang wajib, mari kita tingkatkan dengan amalan-amalan sunnah sebagai sarana untuk semakin dekat kepada Allah, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

إِنَّ اللَّهَ قَالَ: وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ

Allah berfirman:“. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya…” (HR. Bukhari, no. 6502)

Saudaraku raḥimakumullāh,

Terakhir, marilah kita berdoa kepada Allah dengan segenap kerendahan hati dan ketundukan diri. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, mengabulkan permohonan kita, serta melimpahkan rahmat dan keberkahan-Nya dengan hujan yang baik, yang membawa kesuburan dan kehidupan bagi bumi yang hampir mati.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَلِكِ يَوْمِ الدِّينِ , اللَّهُمَّ أَنْتَ اللهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَنْتَ الغَنِيُّ وَنَحْنُ الفُقَرَاءُ، أَنْزِلْ عَلَيْنَا الغَيْثَ، وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ لَنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلٰى حِينٍ، اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا، هَنِيئًا مَرِيئًا، مُرِيعًا غَدَقًا، مُجَلِّلًا عَامًّا، طَبَقًا سَحًّا دَائِمًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا الغَيْثَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ القَانِطِينَ، اللَّهُمَّ إِنَّ بِالعِبَادِ وَالبِلَادِ وَالبَهَائِمِ وَالخَلْقِ مِنَ اللَّأْوَاءِ وَالجَهْدِ وَالضَّنْكِ، مَا لَا نَشْكُو إِلَّا إِلَيْكَ، اللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ، وَأَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ، وَاسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الأَرْضِ، اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الجَهْدَ وَالجُوعَ، وَاكْشِفْ عَنَّا مِنَ البَلَاءِ مَا لَا يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا، فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا، اللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ، وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ، وَأَحْيِ بَلَدَكَ المَيِّتَ.

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button