KhutbahKhutbah Jum'at

Khutbah Jum’at : Mengapa Enggan Mengeluarkan Zakat, Infak Dan Shadaqah

 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat Iman dan Islam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada teladan kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti jalan mereka dengan baik hingga hari kiamat.

Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Ketahuilah bahwa dunia ini adalah tempat ujian, dan di antara ujian yang paling berat bagi seorang hamba adalah harta bendanya. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. At-Taghabun: 15).

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Islam dibangun di atas lima pondasi yang kokoh. Salah satunya yang sering digandengkan dengan perintah shalat di dalam Al-Quran adalah menunaikan Zakat. Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) adalah instrumen utama dalam mensucikan harta dan jiwa.

Namun, fenomena yang terjadi di tengah umat Islam saat ini adalah banyaknya kaum muslimin yang lalai, enggan, bahkan sengaja meninggalkan kewajiban zakat, serta bakhil dalam berinfaq dan bersedekah.

Mengapa hal ini terjadi? Mengapa banyak orang yang shalatnya rajin, namun tangannya kaku untuk mengeluarkan zakat? Mengapa banyak orang yang mampu membangun rumah mewah, namun merasa berat mengeluarkan 2,5% dari hartanya untuk fakir miskin?

Setidaknya ada beberapa penyakit hati dan syubhat pemikiran yang menjadi penyebab utama fenomena ini:

Pertama: Lemahnya Iman kepada Hari Akhir dan Janji Allah.

Banyak orang yang secara lisan mengaku beriman, namun di hatinya tidak benar-benar yakin bahwa harta yang ia keluarkan di jalan Allah akan diganti dengan yang lebih baik di dunia dan menjadi simpanan di akhirat. Mereka lebih percaya pada angka-angka di buku tabungan daripada janji Allah dalam Al-Quran:

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.”* (QS. Saba’: 39).

Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Sedekah itu tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim no. 2588).

Orang yang enggan berzakat merasa hartanya akan habis jika diberikan kepada orang lain. Ini adalah bentuk buruk sangka (su’uzhan) kepada Rabbul ‘Alamin.

Kedua: Cinta Dunia yang Berlebihan (Hubbud Dunya).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan bahwa setiap umat memiliki fitnah (ujian), dan fitnah umat ini adalah harta. Beliau bersabda:

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ

*”Sesungguhnya pada setiap umat ada fitnah (ujian) dan fitnah umatku adalah harta.”* (HR. Tirmidzi no. 2336, ia berkata: Hadits Hasan Shahih).

Cinta dunia yang berlebihan membuat seseorang merasa bahwa harta yang ia miliki adalah hasil jerih payahnya sendiri semata, sebagaimana Qarun yang sombong berkata:

قَالَ إِنَّمَآ أُوتِيتُهُۥ عَلَىٰ عِلۡمٍ عِندِيٓۚ

“Sesungguhnya aku diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”* (QS. Al-Qashas: 78). Mereka lupa bahwa dalam harta tersebut ada hak orang lain yang Allah titipkan.

Ketiga: Ketakutan akan Kemiskinan yang Dibisikkan oleh Syaithan.

Syaithan senantiasa menakut-nakuti manusia dengan kemiskinan agar mereka tidak mau berzakat dan bersedekah. Allah Ta’ala berfirman:

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا

*”Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia.”* (QS. Al-Baqarah: 268).

Saat seseorang hendak mengeluarkan zakat, syaithan datang membisikkan: *”Jika kau keluarkan uang ini, tabunganmu berkurang, kau tidak bisa membeli barang ini, kau tidak bisa renovasi rumah, kau akan susah nantinya.”* Siapa yang mengikuti bisikan ini, sungguh ia telah tertipu oleh musuh yang nyata.

Keempat: Kebodohan (Jahl) terhadap Hukum Zakat.

Banyak muslim yang tidak tahu batas nisab (kadar minimal harta wajib zakat) dan haul (masa kepemilikan satu tahun). Mereka mengira zakat itu hanya zakat fitrah di bulan Ramadhan. Padahal ada zakat mal (harta), zakat emas perak, zakat perdagangan, dan zakat simpanan yang jika sudah mencapai nisab wajib dikeluarkan. Ketidaktahuan ini bukan uzur (alasan) yang diterima jika mereka sengaja tidak mau belajar.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Pikirkanlah wahai hamba Allah, apa ancaman bagi mereka yang menahan zakat? Di dunia, keberkahan hartanya dicabut, dan di akhirat, harta tersebut akan menjadi azab yang sangat mengerikan.

Diriwayatkan dalam *Shahih al-Bukhari*, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا، فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ مَالُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، ثُمَّ يَأْخُذُ بِلِهْزِمَتَيْهِ – يَعْنِي بِشِدْقَيْهِ – ثُمَّ يَقُولُ أَنَا مَالُكَ أَنَا كَنْزُكَ

*”Barangsiapa yang dikaruniai harta oleh Allah, namun ia tidak menunaikan zakatnya, maka pada hari kiamat hartanya itu akan diwujudkan dalam bentuk seekor ular jantan yang botak (karena saking banyaknya racun) yang mempunyai dua titik hitam di atas matanya. Ular itu akan melilitnya pada hari kiamat, kemudian mematuk kedua tulang pipinya (rahangnya) seraya berkata: ‘Akulah hartamu, akulah simpananmu’.”* (HR. Bukhari no. 1403).

Bayangkan! Harta yang Anda kumpulkan dengan susah payah, yang Anda jaga siang dan malam, yang Anda bakhilkan untuk memberikannya kepada fakir miskin, justru harta itulah yang akan berubah menjadi monster yang menyiksa Anda di liang lahat dan di padang Mahsyar.

Allah Jalla wa ‘Ala juga berfirman tentang ancaman bagi para penimbun emas dan perak yang tidak berzakat:

يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ

*”Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: ‘Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu’.”* (QS. At-Taubah: 35).

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Dengarkanlah nasihat Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Ketika beliau menjadi Khalifah, sebagian kabilah Arab menolak membayar zakat. Maka Abu Bakr berkata dengan tegas:

وَاللَّهِ لأُقَاتِلَنَّ مَنْ فَرَّقَ بَيْنَ الصَّلاَةِ وَالزَّكَاةِ، فَإِنَّ الزَّكَاةَ حَقُّ الْمَالِ، وَاللَّهِ لَوْ مَنَعُونِي عِقَالاً كَانُوا يُؤَدُّونَهُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَقَاتَلْتُهُمْ عَلَى مَنْعِهِ

“Demi Allah, benar-benar aku akan memerangi orang yang membedakan antara shalat dan zakat, karena zakat adalah hak harta. Demi Allah, seandainya mereka menahan seekor tali pengikat unta yang dahulu mereka serahkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, niscaya aku akan memerangi mereka karena tidak menyerahkannya.” (HR. Bukhari no. 1399 dan Muslim no. 20).

Lihatlah bagaimana perhatian Sahabat Nabi terhadap zakat. Mereka tidak melihat zakat sebagai sumbangan sukarela, melainkan kewajiban yang jika ditinggalkan bisa menyebabkan seseorang diperangi oleh penguasa muslim karena telah merusak salah satu rukun Islam.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam kitabnya *Majmu’ al-Fatawa* (25/8) menjelaskan bahwa orang yang menolak membayar zakat padahal ia mengetahui kewajibannya, maka ia termasuk orang yang melakukan dosa besar yang paling nyata, bahkan jika ia menentang kewajibannya maka ia jatuh ke dalam kekufuran.

Harta yang engkau miliki hari ini akan engkau tinggalkan. Engkau akan masuk ke dalam liang lahat hanya dengan kain kafan, tanpa membawa dompet, tanpa membawa kartu ATM, tanpa membawa sertifikat tanah. Yang menemanimu hanyalah amal shalehmu, dan di antara amal yang paling menerangi kubur adalah zakat dan sedekah yang ikhlas karena Allah.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيمًا لِشَأْنِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَإِخْوَانِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Marilah kita merenung sejenak. Jika kita merasa berat mengeluarkan zakat, maka periksalah hati kita. Mungkin ada noktah hitam kemunafikan yang mulai merayap. Orang mukmin yang sejati memandang zakat sebagai sarana pembersihan, bukan beban potongan pajak.

Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…”* (QS. At-Taubah: 103).

Zakat membersihkan harta dari hak orang lain yang tercampur di dalamnya. Zakat membersihkan jiwa dari penyakit kikir dan tamak.

Ma’asyiral Muslimin,

Bagi Anda yang Allah berikan kelapangan rezeki, bertaubatlah kepada Allah jika selama ini belum menunaikan zakat dengan benar. Hitunglah kembali harta Anda. Periksa tabungan, emas, perhiasan yang simpan, dan aset perdagangan Anda. Jika sudah mencapai nisab (setara 85 gram emas) dan sudah berlalu satu tahun, keluarkanlah 2,5%. Itu bukan milik Anda. Itu milik fakir miskin, anak yatim, dan orang-orang yang membutuhkan.

Jangan biarkan harta yang Allah titipkan justru menjadi beban yang menyeret Anda ke neraka. Jadikanlah harta itu sebagai kendaraan menuju Surga Allah Azza wa Jalla.

Akhirnya, marilah kita berdoa kepada Allah agar Allah melembutkan hati kita, menjauhkan kita dari sifat bakhil, dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang gemar berinfaq dan menunaikan zakat.

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ.

اللَّهُمَّ آتِ نُفُوسَنَا تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

أَقِيمُوا الصَّلَاةَ

 

 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button