BeritaDinamika PesyarikatanDinamika Tabligh

Perkuat Militansi Kader, Majelis Tabligh PDM Banjarnegara Gelar Baitul Arqom di Kalibening

📅 Sabtu, 02 Mei 2026 | 15 Zulkaidah 1447 H

BANJARNEGARA – Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banjarnegara resmi membuka kegiatan Baitul Arqom yang bertempat di Gedung SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara, Kalibening. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu–Minggu, 2–3 Mei 2026 ini diikuti oleh utusan Majelis Tabligh dari berbagai Cabang se-Daerah Banjarnegara serta alumni Sekolah Tabligh.

​Suasana khidmat menyelimuti pembukaan acara yang diawali dengan penampilan lagu-lagu Muhammadiyah oleh grup Pena Harmoni perwakilan PCNA dan PCPM Kalibening. Acara kemudian dibuka secara resmi setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Toyib dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Sang Surya.

Membangun Jiwa dan Ideologi Muhammadiyah

​Dalam laporannya, Ketua Panitia, Kurniawan Ubaidillah, S.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tamu undangan dari PWM, PDM, PCM, hingga para peserta. Ia menekankan bahwa Baitul Arqom kali ini merupakan momentum penting untuk menyatukan visi para mubaligh di tingkat daerah.

​Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Majelis Tabligh PDM Banjarnegara dalam sambutannya menekankan pentingnya re-ideologisasi kader.

Beliau mengibaratkan pengkaderan ini seperti latihan tingkat tinggi di lingkungan TNI.
​”Kader Majelis Tabligh harus paham agama sekaligus paham bela negara. Ini bukan sekadar slogan, tapi amaliah nyata. Kita berharap MPKSDI menjadi ‘Lemhannas’-nya Muhammadiyah yang mampu mencetak kader militan yang kelak bereuni di surga,” ujarnya memotivasi.

​Tiga Aspek Kekuatan Gerakan
​Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarnegara yang diwakili oleh Ustaz Fahmi Hisyam memberikan amanat mendalam mengenai filosofi membangun gerakan. Beliau menekankan bahwa membangun Muhammadiyah bukan sekadar fisik, melainkan membangun jiwa dan militansi melalui tiga aspek utama:

​Aspek Jamaah: Kekuatan basis massa.
​Aspek Jam’iyah: Kekuatan organisasi yang teratur.
​Aspek Militansiyah: Keteguhan hati dalam berjuang.

​”Muhammadiyah lahir sebelum Indonesia merdeka, maka kita berkewajiban membangun bangsa ini. Melalui Baitul Arqom, kita berharap peserta menjadi muslim yang ‘kalah’ (tunduk) hanya kepada Allah, sehingga membawa keselamatan di dunia dan akhirat,” tegas Ustaz Fahmi.

Beliau juga mengingatkan bahwa peran Majelis Tabligh adalah membawa cahaya (nur) untuk membedakan yang hak dan yang batil di tengah masyarakat.

Materi dan Instruktur Kompeten

​Setelah prosesi pembukaan, dilakukan penyerahan peserta secara simbolis kepada Master of Training (MoT). Selama dua hari ke depan, para peserta akan digembleng dengan berbagai materi penguatan ideologi dan organisasi yang diisi oleh narasumber pakar, di antaranya:

  • ​H. Hammam Sanadi, Ph.D. (Ketua MPKSDI)
  • Dr. H. Ali Trigiyatno, M.Ag. (Ketua Majelis Tabligh)
  • ​H. Wahyudin, M.Si. (Sekretaris PDM Banjarnegara)
  • ​Arif Riyadi, M.Pd. (Mudir MBS Sabilurosyad)

​Kegiatan ini diharapkan dapat mencetak kader tabligh yang siap terjun ke masyarakat dengan bekal ilmu yang mumpuni sebelum ilmu tersebut perlahan lenyap ditelan zaman. (Mister Kismadi, SE, KMM PDM Banjarnegara & MPI PCM Kalibening)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button