BeritaDinamika PesyarikatanDinamika Tabligh

Perkuat Kader Dakwah, Sekolah Tabligh Muhammadiyah Angkatan III Kabupaten Tegal Resmi Dibuka

📅 Rabu, 14 Mei 2026 | 26 Zulkaidah 1447 H

TEGAL– Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tegal dan LAZISMu Jateng resmi meluncurkan Sekolah Tabligh Muhammadiyah Angkatan III. Kuliah perdana yang berlangsung pada Ahad (3/5/2026) ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat regenerasi mubaligh di wilayah Kabupaten Tegal.

Kegiatan ini dilaksanakan secara estafet di dua lokasi. Sesi pertama dan kedua digelar bersamaan dengan momentum Hari Ber-Muhammadiyah (HBM) Kabupaten Tegal, sementara sesi ketiga dan keempat berlanjut di Aula RSI PKU Muhammadiyah Kabupaten Tegal untuk pendalaman materi yang lebih intensif.

Sebanyak 70 peserta antusias mengikuti program ini. Mereka merupakan utusan pilihan dari berbagai unsur persyarikatan, mulai dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) seperti Adiwerna, Tarub, dan Slawi dan Cabang Lainnya, hingga utusan dari Pimpinan Ranting seperti Ranting Setu.

Tak hanya dari struktur pimpinan, kader dakwah dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) pun turut ambil bagian, di antaranya dari RSI PKU Muhammadiyah Kabupaten Tegal, Pondok Pesantren Muhammadiyah Zaenab Masykur, serta SMP Muhammadiyah Adiwerna, SMK. Muhammadiyah Kramat dan ada juga dari Organisasi Otonom Seperti PDNA.

Ketua PDM Kabupaten Tegal, H. Fathin Hammam, memberikan apresiasi tinggi atas terlaksananya kegiatan ini. Beliau secara khusus memuji kinerja Majelis Tabligh yang telah bekerja keras menyiapkan program pendidikan intensif bagi para kader.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja Majelis Tabligh PDM Kabupaten Tegal yang secara konkret menyiapkan program pendidikan bagi 70 peserta ini. Sekolah Tabligh merupakan upaya kaderisasi mubaligh yang sangat vital agar dakwah Muhammadiyah tetap memiliki napas panjang dan relevan dengan tantangan zaman,” ungkap H. Fathin Hammam.

Kuliah perdana menghadirkan narasumber berkompeten untuk membekali calon mubaligh dengan isu terkini. Di forum HBM, Dr. Ust. M. Rofiq Mudzakir (Mudir Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah) memaparkan materi “Pencerahan Hukum Kontemporer” pada sesi Hari Ber-Muhammadiyah yang mencakup:
1. Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT): Urgensi kesatuan penanggalan Islam sedunia.
2. Aspek Medis: Pandangan syariah terkait operasi Stem Cell.
3. Ekonomi Digital: Pandangan tarjih terhadap aset kripto dan uang digital.

Memasuki sesi siang, Dr. Ibnu Sholeh, M.P.I., M.A. (Wakil Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah) membakar semangat peserta melalui materi “Motivasi Dakwah”. Beliau menekankan pentingnya kegigihan dalam mengemban amanah sebagai agen pencerahan umat.

Investasi Jangka Panjang Selama 8 Bulan

Program ini dirancang sebagai proses kaderisasi sistematis selama delapan bulan dengan sistem pembelajaran hybrid (daring dan luring). Kurikulum difokuskan pada penguatan ideologi Muhammadiyah, kemampuan retorika, hingga kecakapan dakwah digital.
Dengan dukungan penuh dari PDM Kabupaten Tegal, diharapkan lahir generasi mubaligh baru yang kompeten, berintegritas, dan mampu menjadi ujung tombak dakwah Islam berkemajuan hingga ke akar rumput di wilayah Kabupaten Tegal.

Oleh : Afriliansyah, S.Pd
Anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah PDM Kab Tegal

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button