SKBM Putaran 3: Sinergi Muhammadiyah yang Memajukan, dari Kampus 12 Lantai, Kemitraan SPPG, hingga Refleksi Salat

Magelang – Ribuan warga Muhammadiyah memadati Lapangan Jarean, Desa Salam, Kecamatan Salam, dalam acara Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah (SKBM) Putaran 3 PDM Kabupaten Magelang. Acara yang digelar pada Kamis (25/12/2025) ini menjadi bukti nyata komitmen persyarikatan dalam memberdayakan umat, bersinergi membangun bangsa, dan memperkokoh spiritualitas. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati magelang, Grengseng Pamuji, Ketua PWM Jawa Tengah Drs. H Jumari al-Ngluwari, M.Pd., Prof Dr. Rosihan, M.Ag, Jajaran Pleno PDM Kab Magelang, Camat Salam, tamu undangan dari UNIMMA dan UAD.
Apresiasi Tuan Rumah dan Semangat Warga
Ketua PDM Kabupaten Magelang, Drs. Muhammad Nasirudin, M.A., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Salam. Beliau menilai PCM Salam berhasil menunaikan amanah sebagai tuan rumah dengan sangat baik. “Kehadiran peserta yang cukup banyak dari berbagai penjuru Kabupaten Magelang, serta antusiasme penampilan dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Organisasi Otonom (Ortom), menunjukkan semangat yang luar biasa,” ujar Nasirudin. Kemeriahan acara terlihat dari ragam atraksi seni pelajar AUM Salam serta partisipasi 96 stan UMKM yang menggerakkan ekonomi warga dan perusahaan lokal.
Geliat AUM: Kampus, Komunitas, hingga SPPG
Dalam kesempatan tersebut, Drs. Muhammad Nasirudin, M.A. memaparkan perkembangan menggembirakan dari berbagai sektor Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Pertama, apresiasi diberikan kepada Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA). Tahun ini, Fakultas Kedokteran UNIMMA telah memperoleh izin resmi dari pemerintah. Selain itu, UNIMMA tengah merampungkan pembangunan kampus setinggi 12 lantai di Mertoyudan sebagai komitmen peningkatan mutu layanan akademik. Kedua, munculnya inovasi dakwah komunitas dengan terbentuknya Bikers-Mu Chapter Kabupaten Magelang, yang menjadi wadah dakwah baru yang segar bagi penghobi otomotif. Ketiga, Ketua PDM secara khusus mengapresiasi lahirnya AUM baru berupa SPPG. Unit ini merupakan wujud nyata kemitraan strategis antara Muhammadiyah dengan Pemerintah melalui program MBG. “Muhammadiyah Kabupaten Magelang hingga saat ini telah memiliki 4 SPPG,” terang Nasirudin. Beliau merinci, dua SPPG sudah beroperasi penuh (operasional), yakni: SPPG SMK Muhammadiyah Mertoyudan dan SPPG SMK Muhammadiyah Dukun. Sedangkan dua lokasi lainnya yang akan segera berjalan (running) adalah: SPPG SMP Muhammadiyah Krakitan dan SPPG SMK Muhammadiyah Borobudur. Dan kehadiran program SPPG ini mempertegas posisi Muhammadiyah sebagai mitra strategis pemerintah.
Mitra Strategis: “Maju Bukan Karena Dibantu”
Hubungan harmonis antara ulama dan umara juga menjadi sorotan. Drs. Muhammad Nasirudin, M.A. menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah yang selama ini memosisikan diri sebagai mitra strategis dakwah Muhammadiyah. Beliau berharap sinergi ini terus berlanjut, dengan sebuah prinsip kemandirian yang tegas. “Mudah-mudahan pemerintah terus dapat membantu Muhammadiyah karena (Muhammadiyah) maju, bukan maju karena dibantu,” tegas Nasirudin, menekankan bahwa bantuan pemerintah adalah dukungan akselerasi bagi organisasi yang sejatinya sudah bergerak mandiri. Gayung bersambut, Bupati Magelang Grengseng Pamuji yang turut hadir mengakui besarnya peran Muhammadiyah. “Apa yang saya lakukan di awal kepemimpinan saya di Magelang, saya harus matur (sampaikan), ini adalah inspirasi dari Muhammadiyah,” ucap Bupati, mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Pesan Spiritual: 6 Tanda Salat yang Diterima
Puncak acara SKBM diisi dengan siraman rohani oleh Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Kyai Haji Prof. Dr Rosihan, M.Ag. Dalam tausiahnya yang mendalam, beliau mengingatkan bahwa salat adalah kunci pokok ibadah, beliau mengutip hadis dari Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Imam al-Tirmidzi, yaitu amal yang akan pertama kali dihisab (dihitung) oleh Allah SWT di hari kiamat adalah shalat. Beliau menegaskan bahwa salat yang benar harus berdampak pada perilaku keseharian. Prof Rosihan menguraikan 6 ciri atau tanda seseorang yang salatnya diterima oleh Allah SWT berdasarkan hadis qudsi yang berasal dari Ibn Abbas yang diriwayatkan oleh Imam al-Bazar: Pertama, Tidak Sombong: Salat mengajarkan posisi sujud yang setara di hadapan Allah, sehingga pelakunya akan jauh dari sifat angkuh dan merasa lebih baik dari orang lain. Kedua, Tidak Menyakiti Hati Orang Lain: Kualitas salat tercermin dari akhlak yang terjaga, baik lisan maupun perbuatan, yang tidak melukai perasaan sesama. Ketiga, Berhenti Melakukan Maksiat: Salat yang diterima berfungsi sebagai tanha ‘anil fahsya’i wal munkar (mencegah perbuatan keji dan mungkar), menjadi rem bagi diri dari dosa. Keempat, Selalu Mengingat Allah di Setiap Kegiatan: Spirit salat terbawa ke luar masjid, membuat hati senantiasa terpaut (zikir) kepada Allah dalam setiap aktivitas pekerjaan maupun kehidupan sosial. Kelima, Mencintai Anak Yatim dan Orang Miskin: Kesalehan ritual bertransformasi menjadi kesalehan sosial berupa kepedulian nyata terhadap kaum duafa. Dan keenam, Mencintai Orang yang Tertimpa Musibah: Memiliki empati yang tinggi dan ringan tangan untuk membantu saudara-saudara yang sedang diuji oleh bencana atau kesulitan.
Pesan ini sejalan dengan aksi nyata di lokasi acara, di mana Lazismu dan berbagai elemen Muhammadiyah turut aktif dalam kegiatan sosial dan dalam pengajian ini terkumpul dana 26 juta, membuktikan bahwa warga Muhammadiyah berupaya mengamalkan ciri-ciri salat yang diterima tersebut. Acara SKBM ditutup dengan suasana penuh keakraban dan simbol persatuan yang kuat, terlihat dari kolaborasi pengamanan antara Kokam dan Banser yang bahu-membahu menjaga ketertiban.
Ditulis oleh: Agus Miswanto, MA (Wakil ketua PDM Kab Magelang, anggota DPS Lazismu Jawa Tengah, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Magelang/UNIMMA)




