AkhlaqArtikelTuntunan

Tafsir Islami Terhadap Tokoh Wayang Arjuna

Oleh: M. Danusiri

Tafsir Islami Terhadap Tokoh Wayang Arjuna

Oleh: M. Danusiri

Arti kata Arjuna dalam bahasa aslinya, Sansekerta adalah cemerlang, yaitu menggambarkan sosok yang bersinar terang dan berprestasi tinggi, putih, bersih, kerak-perakan, yaitu  melambangkan kesucian hati serta ketulusan jiwa, pejuang yang gigih, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran. 

  1. Arjuna

Arjuna merupakan anak Tengah dari lima bersaudara, kakaknya dua orang dan adiknya dua orang. Ketika Pandawa lima dielaborasi ke dalam Islam menjadi rukun Islam, maka arjuna itu adalah rukun Islam yang ketiga, yaitu puasa. Makna puasa adalah imsak, yaitu mencegah makan, minum dan hubungan syahwat di siang hari. Karakter ini digambarkan pada Arjuna yang gemar bertapa di hutan. Orang puasa tidak neko-neko. Itulah profil Arjuna tidak mengenakan pakaian kebesaran bangsawan. Pakaiannya sederhana tetapi menutup aurat dan sopan. 

Dalam pertapaannya, Arjuna melakukan semedi. Kata semedi beraal dari bahasa Arab as-şamadi, yaitu bergantung dan pasrah total kepada Allah. Kegiatan bertapa merupakan ibadah dengan penuh penghayatan hingga berada di alam kesepian (‘uzlah), meskipun secara fisik berada di keramaian Masyarakat. Bahasa ibadahnya adalah khusyu’ lahir-batin. Pola ibadah puasa lahir batin dalam Islam merupakan pelaksanaan sabda Nabi:  

مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَصَامَ رَمَضَانَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ (Barangsiapa beriman kepada Allah dan rasul-Nya, mendirikan shalat, dan berpuasa pada bulan Ramadlan, maka Allah berkewajiban memasukkannya ke dalam surga – HR al-Bukhari, 6873, 2581).

  1. Janaka

Kata Janaka digunakan untuk menunjuk nama lain Arjuna. Kata Janaka tidak dikenal dalam Bahasa Sansekerta. Kata itu murni kreasi Sunan Kalijaga. Dari kata Jannah dapat dibentuk kata jannataka yang berarti surgamu untuk menafsir ibadah puasa yang ganjarannya surga. 

Makna puasa juga memerangi hawa nafsu yang jelek-jelek, seperti rakus yang dalam pewayangan difisualisasi menjadi buto cakil, gigitaringnya berada di depan. Rambut geni Gambaran nafsu marah-marah. Semua dapat dilibas oleh Janaka dalam adegan perang kembang. Disebut perang kembang karena buto cakil begitu cekatan dan lincah Gerakan seni beladirinya. Sementara Janaka juga lebih terampil, tetapi tampak santai dan indah dalam menyerang musuhnya. Artinya kegiatan puasa memerangi hawa nafsu harus menggunakan seni, bukan kehendak yang menggebu. Untuk membunuh rambut geni menggunakan senjata keris yang bernama pulanggeni. Kata ini berasal dari Bahasa Arab falaghania (tidak bisa berlagak kaya) artinya pasti mati sekali tusuk. Artinya, meskipun harus membunuh jangan sampai melakukan penyiksaan. Jadi harus tetap ihsan. Nabi bersabda: 

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَةَ  وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ  وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ (Sesungguhnya Allah telah mewajibkan (menetapkan) perbuatan ihsan (baik) atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh (dalam hal yang dibenarkan syariat/qishas), maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya dan menenangkan (membuat nyaman) hewan sembelihannya (HR Muslim: 3615, Tumuzi: 1329, Abu Dawud: 2432, Nasa’i: 3429). Akhir perang kembang dilanjutkan berguru kepada pandita, dalam Islam adalah ulama. Hasil berguru adalah pengetahuan untuk memperoleh wahyu, yaitu anugerah dari yang maha kuasa, beruapa pahala karena amal ibadahnya. 

Kata Jannataka terucapkan menjadi Jannaka yang berarti surgamu, selanjutnya terucap menjadi janaka. Figur Janaka diceritakan sangat ganteng secara sempurna (anak anung anindita), dan menampakkan aura cemerlang. Profil seperti ini sebenarnya untuk menjelaskan bahwa orang berpuasa itu bersih dari dosa. Nabi bersabda: 

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni (HR Bukhari: 38, Muslim: 760). 

Orang yang bersih dari dosa adalah bersih hatinya. Balasan iman sempurna karena berpuasa, ganjarannya surga. Saat masuk surga melalui pintu khusus yang disebut pintu royan, pintu kemenangan. Nabi bersabda: ومَن كانَ مِن أهْلِ الصِّيامِ دُعِيَ مِن بابِ الصِّيامِ، وبابِ الرَّيّانِ (jika ia ahli puasa maka akan dipanggil dari pintu puasa atau babur rayyan – HR. Bukhari:3666, Muslim:1027).

Kenikmatan di surga antara lain disediakan: gadis remaja (kawâ’ib) yang sebaya umurnya (QS an-Naba’/79: 33), bidadari suci (QS ar-Rahman/55: 56), bidadari yang bermata indah (QS al-Waqi’ah/56: 22). Hati bersih karena iman difisualisasikan sebagai orang yang memikat hati. Janaka itulah orangnya. Orangganteng pasti menjadi idaman Wanita (permadi). Itulah sebabnya Janaka punya banyak istri. Tetapi dia bukan pemburu cinta, melainkan cinta berdatangan kepadanya. karena gemar menolong sesama manusia yang berkesulitan, termasuk Wanita yang ditolong dan akhirnya menjadi istrinya.  

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button