AkhlaqArtikelTuntunan

BAHAYA HIJAB ILMU

Ketika pengetahuan terhalang oleh kesombongan, kepentingan, dan sikap menyembunyikan kebenaran

Sabtu Kliwon, 10 Oktober 2026 29 Rabiulakhir 1448 H


Akses Chatbot AI: https://kasmui.cloud/ragmini/


Ilmu seharusnya menuntun manusia kepada kebenaran, kerendahan hati, dan kemaslahatan. Namun, pengetahuan dapat kehilangan daya bimbingnya ketika seseorang menolak bukti karena gengsi, memonopoli akses belajar, menyembunyikan penjelasan agama yang diperlukan, atau berbicara tanpa kompetensi. Dalam tulisan ini, โ€œhijab ilmuโ€ dipakai sebagai istilah reflektif untuk penghalang memperoleh, memahami, menyampaikan, dan mengamalkan ilmu; bukan nama kategori hukum tersendiri yang disebut secara harfiah dalam Al-Qurโ€™an atau hadis.

1. Al-Qurโ€™an: Larangan Menutupi Petunjuk

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽูƒู’ุชูู…ููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ู’ู†ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุจูŽูŠู‘ูู†ูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ู‡ูุฏูŽู‰ูฐ ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏู ู…ูŽุง ุจูŽูŠู‘ูŽู†ู‘ูŽุงู‡ู ู„ูู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูููŠ ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ุฃููˆู„ูŽูฐุฆููƒูŽ ูŠูŽู„ู’ุนูŽู†ูู‡ูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽูŠูŽู„ู’ุนูŽู†ูู‡ูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽุงุนูู†ููˆู†ูŽ

โ€œSesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan bukti-bukti yang jelas dan petunjuk yang telah Kami turunkan, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Kitab, mereka itu dilaknat Allah dan dilaknat pula oleh mereka yang melaknat.โ€ (Makna QS. al-Baqarah [2]:159).

Ayat ini menegur tindakan menyembunyikan petunjuk yang telah dijelaskan, bukan melarang kehati-hatian ilmiah atau pembatasan informasi yang memang diperlukan untuk menjaga keselamatan dan amanah. Ayat sesudahnya (QS. 2:160) sekaligus membuka pintu perbaikan: bertobat, memperbaiki kesalahan, dan menjelaskan kembali kebenaran yang ditutup-tutupi. QS. Ali โ€˜Imran [3]:187 menegaskan tanggung jawab menerangkan kandungan kitab, bukan menyembunyikannya.

Renungan: Bahaya bukan hanya tidak mengetahui kebenaran, melainkan mengetahui petunjuk yang relevan tetapi sengaja menutupinya demi keuntungan, kedudukan, atau pujian.

2. Hadis: Amanah Ilmu dan Bahaya Fatwa Tanpa Ilmu

ู…ูŽู†ู’ ุณูุฆูู„ูŽ ุนูŽู†ู’ ุนูู„ู’ู…ู ููŽูƒูŽุชูŽู…ูŽู‡ู ุฃูŽู„ู’ุฌูŽู…ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูู„ูุฌูŽุงู…ู ู…ูู†ู’ ู†ูŽุงุฑู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู

โ€œSiapa yang ditanya tentang suatu ilmu lalu menyembunyikannya, Allah akan memasangkan kepadanya kekang dari api pada hari kiamat.โ€ (Sunan Abi Dawud no. 3658, riwayat Abu Hurairah; dinilai hasan sahih oleh al-Albani dalam edisi yang dirujuk). Ancaman ini patut dibaca dalam konteks ilmu yang memang wajib disampaikan ketika dibutuhkan dan layak disampaikan kepada penanyanya.

Di sisi lain, Nabi ๏ทบ memperingatkan bahwa ketika para ulama wafat dan orang-orang mengangkat pemimpin jahil yang memberi fatwa tanpa ilmu, mereka sesat sekaligus menyesatkan. Hadis ini diriwayatkan dari Abdullah bin Amr dalam Sahih al-Bukhari no. 100. Jadi, dua bahaya harus dihindari bersama: menahan penjelasan yang benar dan menjawab perkara yang belum dikuasai.

3. Pembacaan Kitab Turats dan Para Ulama

Al-Tabari: Ilmu sebagai amanah penjelasan

Dalam Jamiโ€˜ al-Bayan ketika membahas QS. Ali โ€˜Imran [3]:187, Imam al-Tabari menguraikan perjanjian untuk menjelaskan ajaran Kitab dan larangan menyembunyikannya, termasuk perbedaan pandangan para penafsir tentang pihak yang dituju ayat. Pelajaran umumnya adalah bahwa otoritas keilmuan tidak membenarkan pengaburan keterangan yang seharusnya disampaikan. Ini merupakan ringkasan penafsiran, bukan kutipan kata demi kata.

Ibnu Katsir: Peringatan bagi pemegang pengetahuan

Dalam Tafsir al-Qurโ€™an al-โ€˜Azim atas QS. Ali โ€˜Imran [3]:187, Ibnu Katsir mengaitkan kecaman terhadap penyembunyian kebenaran dengan peringatan agar ahli ilmu menyebarluaskan ilmu yang bermanfaat. Penjelasan ini tidak berarti setiap orang wajib berbicara dalam segala perkara; kejujuran ilmiah juga menuntut seseorang mengakui batas pengetahuannya.

Pokok sikap ilmiah: Jangan menyembunyikan pengetahuan yang menjadi hak umat, tetapi jangan pula menjadikan keberanian berbicara sebagai pengganti keahlian dan pemeriksaan dalil.

4. Bentuk Hijab Ilmu pada Masa Kini

  • Kesombongan intelektual: menolak koreksi karena merasa paling berilmu. QS. al-Aโ€˜raf [7]:146 memperingatkan akibat kesombongan terhadap ayat-ayat Allah.
  • Penyembunyian informasi penting: memotong konteks dalil atau menahan penjelasan untuk memelihara pengaruh pribadi.
  • Fanatisme tanpa pemeriksaan: mendahulukan nama tokoh atau kelompok atas kekuatan argumentasi yang dapat diuji.
  • Fatwa instan dan konten digital: menyebarkan potongan hadis, hasil mesin pencari, atau jawaban AI tanpa memeriksa sumber, konteks, dan kompetensi.

Allah memuliakan orang beriman dan mereka yang diberi ilmu (QS. al-Mujadilah [58]:11). Kemuliaan itu menjadi tanggung jawab: belajar secara teliti, mengakui kekeliruan, menghormati perbedaan ijtihad yang beralasan, dan membuka akses penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

5. Jalan Membuka Penghalang Ilmu

Mulailah dengan ikhlas mencari kebenaran, membedakan dalil primer dari opini, merujuk kepada ahli pada bidangnya, dan bersedia mengatakan โ€œsaya belum tahuโ€. Ketika menemukan kesalahan, lakukan tabayyun, koreksi dengan adab, serta sampaikan penjelasan yang benar tanpa mempermalukan orang. Bagi pendidik dan pendakwah, keterbukaan sumber, transparansi ketidakpastian, serta kesediaan meralat kesalahan merupakan bentuk amanah keilmuan.

Kesimpulan: Hijab ilmu paling berbahaya muncul ketika kesombongan mengalahkan kerendahan hati, kepentingan mengalahkan amanah, dan popularitas mengalahkan kebenaran. Ilmu yang membawa rahmat bukan sekadar banyaknya informasi, melainkan pengetahuan yang benar, disampaikan secara bertanggung jawab, lalu diwujudkan dalam amal yang bermanfaat.

Sumber Rujukan

Kasmui

Wong Brebes asli tinggal di Semarang; Dosen Kimia, Komputasi, IT, dan AI UNNES; Ketua PCM Gunungpati 2 Kota Semarang; Anggota Majelis Tabligh PDM Kota Semarang & PWM Jawa Tengah; Anggota Tim Pengembang Software KHGT MTT PP Muhammadiyah; Praktisi Ilmu Falak: https://hisabmu.com/, https://kasmui.cloud/. --- HP: 0818294312, Email: kasmui@mail.unnes.ac.id

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button