KMM Karanganyar Periode 2026–2028 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Dakwah Muhammadiyah

KARANGANYAR — Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Daerah Karanganyar periode 2026–2028 resmi dilantik di Gedung Dakwah Muhammadiyah Karanganyar, Jumat (4/9/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum penguatan gerakan dakwah Muhammadiyah sekaligus peneguhan komitmen para muballigh dalam menjalankan tugas dakwah di tengah masyarakat.
Dalam kepengurusan periode 2026–2028, KMM Daerah Karanganyar beranggotakan sebanyak 23 orang pengurus. Para pengurus tersebut terbagi ke dalam empat bidang yang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing, yakni Bidang Dakwah, Bidang Pembinaan dan Kaderisasi, Bidang Pendataan dan Pendistribusian, serta Bidang Humas dan Publikasi.
Kepengurusan tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu unsur penggerak dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Karanganyar. Selain menjalankan aktivitas dakwah, KMM juga diharapkan mampu membangun pembinaan muballigh secara berkelanjutan, memperkuat kaderisasi, serta melakukan pendataan dan pendistribusian muballigh sesuai dengan kebutuhan dakwah di berbagai wilayah.
Ketua KMM Daerah Karanganyar periode 2026–2028, Ust. Muhammad Aziz Qohhar, S.Sy., M.Pd., bersama jajaran pengurus yang dilantik diharapkan dapat membawa organisasi tersebut semakin aktif dalam mendukung program dakwah Muhammadiyah.
Pelantikan KMM Daerah Karanganyar juga mendapat pesan dan apresiasi dari Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, Ust. Muhammad Arif. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan ucapan selamat atas dikukuhkannya kepengurusan KMM Daerah Karanganyar periode 2026–2028.
“Saya mengucapkan selamat atas pengukuhan KMM. Sirkulasi muballigh di PDM Karanganyar akan lebih leluasa,” ujar Ust. Muhammad Arif.
Menurutnya, keberadaan para muballigh memiliki posisi penting dalam menguatkan gerakan dakwah Muhammadiyah. Ia mengingatkan bahwa menjadi dai merupakan amanah sekaligus pekerjaan yang memiliki kedudukan tinggi di hadapan Allah.
“Dai adalah pekerjaan tertinggi di sisi Allah. Semoga ke depan dakwah Muhammadiyah agar lebih bagus,” pesannya.
Meski demikian, ia mengingatkan para muballigh agar senantiasa berhati-hati dalam menyampaikan pesan dakwah. Menurutnya, seorang dai tidak hanya dituntut memiliki kemampuan menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga harus mampu menjaga tutur kata, sikap, dan akhlak.
“Hati-hati, jangan sampai kita ‘kepleset’ dalam menyampaikan. Semoga kita dijaga dari pernyataan-pernyataan yang dapat menimbulkan kontroversi,” katanya.
Pesan senada disampaikan Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas PDM Karanganyar, Ismail Soleh. Ia berharap pelantikan kepengurusan KMM Daerah Karanganyar dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat baru sekaligus memperkuat gerakan dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat.
“Semoga dengan dilantiknya Pengurus KMM Karanganyar ini memberikan semangat baru dan akan semakin memperkuat dakwah di akar rumput,” ujar Ismail Soleh.
Menurutnya, penguatan dakwah di tingkat akar rumput menjadi bagian penting dalam menghadirkan dakwah Muhammadiyah yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kehadiran para muballigh di berbagai lingkungan diharapkan mampu memberikan pencerahan serta mendorong masyarakat untuk semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam.
Pesan tersebut menjadi penekanan penting bagi para muballigh Muhammadiyah agar dakwah dilakukan secara bijaksana, santun, dan bertanggung jawab. Di tengah masyarakat yang semakin terbuka terhadap berbagai informasi, seorang dai dituntut mampu menyampaikan ajaran Islam dengan bahasa yang mudah dipahami sekaligus tetap menjaga ketepatan pesan yang disampaikan.
Ust. Muhammad Arif juga menekankan pentingnya menjaga lisan dan akhlak dalam menjalankan aktivitas dakwah. Menurutnya, keteladanan seorang muballigh menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan dakwah.
“Jaga lisan dan akhlak sebagai dai. Selamat berjuang para muballigh Muhammadiyah,” tegasnya.
Dengan dilantiknya 23 pengurus tersebut, KMM Daerah Karanganyar periode 2026–2028 diharapkan tidak sekadar menjadi wadah koordinasi para muballigh, tetapi juga mampu memperkuat kualitas sumber daya dai Muhammadiyah. Empat bidang yang telah dibentuk diharapkan dapat bekerja secara sinergis untuk mendukung kebutuhan dakwah, mulai dari pembinaan dan kaderisasi hingga pendataan, pendistribusian, serta publikasi kegiatan.
Keberadaan KMM juga diharapkan dapat memperluas jangkauan dakwah Muhammadiyah di berbagai lapisan masyarakat. Para muballigh diharapkan mampu hadir membawa pesan Islam yang mencerahkan, mencerdaskan, dan memberikan solusi atas berbagai persoalan kehidupan masyarakat.
Pelantikan tersebut sekaligus menjadi awal bagi jajaran pengurus KMM Daerah Karanganyar untuk menjalankan amanah organisasi selama periode 2026–2028. Dengan dukungan PDM Karanganyar serta sinergi seluruh unsur persyarikatan, KMM diharapkan mampu menghadirkan gerakan dakwah yang semakin terarah, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ke depan, tantangan dakwah akan semakin beragam. Karena itu, penguatan kapasitas muballigh, kaderisasi, pemanfaatan media komunikasi, serta kemampuan menyampaikan dakwah secara santun menjadi bagian penting dalam perjalanan KMM Daerah Karanganyar. Pelantikan ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan dakwah Muhammadiyah yang semakin luas, bijaksana, dan mencerahkan.




