KhutbahKhutbah Idul Fitri

Khutbah Idul Fitri : Mempertahankan Spirit Ramadhan

Oleh : Dr. H. Ali Trigiyatno, M.Ag (Ketua MT PWM Jateng)

📅 Ahad, 29 Maret 2026 | 10 Syawal 1447 H

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِيَافَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ  مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ أَمَّا بَعْدُ، فَيَآ أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قال الله تعالى: الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ

اللهُ أكبرُ، اللهُ أكبرُ، لا إلهَ إلَّا اللهُ، واللهُ أكبرُ، اللهُ أكبرُ، وللهِ الحمدُ.

Hadirin jamaah Idul Fitri yang dimuliakan Allah, Ribuan pujian dan syukur  kita haturkan ke hadirat Allah ﷻ yang telah memberikan kita kesempatan menjalani ibadah Ramadhan dengan penuh rahmat, serta mengantarkan kita pada hari penuh keceriaan, Idul Fitri 1447 H. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan umat beliau hingga akhir zaman.

Hadirin yang berbahagia. Hari ini adalah hari yang penuh kebahagiaan, karena kita berhasil menuntaskan sekian ibadah selama bulan suci Ramadhan, siangnya kita shiyam, malamnya kita qiyam, sebagaimana dijanjikan Rasulullah SAW, Insya Allah dosa-dosa kita telah terampuni. Insya Allah kita termasuk golongan yang beruntung dan termasuk yang dimaksud dalam dua ayat ini. Allah ﷻ berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى ۝ وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى

“Sungguh beruntung orang yang membersihkan diri (dengan berpuasa dan zakat fitri), dan dia mengingat nama Tuhannya lalu shalat (Id).” (QS. Al-A‘la: 14–15)

Sebagian ahli tafsir menafsirkan dua ayat dia atas dengan orang yang membayar zakat fitri kemudian mengingat Allah disambung dnegan salat ‘Id itulah yang dinyatakan sebagai orang yang telah beruntung. Demikian yang dipahami sahabat Ibnu Umar dan Ibnu Mas’ud sebagaimana dijelaskan dalam tafsir al-Baghawi.

Bulan Ramadhan dengan sejumlah kegiatan di dalamnya telah melatih kita menahan hawa nafsu, memperbanyak ibadah, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Namun, tantangan setelahnya  adalah bagaimana kita mempertahankan spirit Ramadhan setelah bulan suci berlalu. Banyak di anatara kita begitu lepas Ramadhan menampakkan tanda-tanda penurunan drastic. Semnagat ibadahnya turun, jarang ke masjid, dan kurang peduli sesame serta nafsunya Kembali diperturutkan.

Maka melalui mimbar ini kami mengajak dan mengingatkan untuk tetap berusaha minimal mempertahankan kebiasan positif di bulan Ramadhan tetap bertahan, seandainya turun janganlah sampai turun drastis.

Di antara Spirit Ramadhan yang Harus kita jaga dan dipertahankan Adalah :

Pertama, Spirit Taqwa Allah ﷻ yang menjadi  tujuan puasa sebagaimana kita temukan dalam penghujung ayat perintah puasa:

لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ “…agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Tattaqun mnegambil bentuk fi’il mudhari’ tersirat pesan bahwa menuju taqwaitu terus berproses, tidak mandeg dan berkelanjutan. Taqwa bukan hanya di Ramadhan, tetapi sepanjang tahun bahkan sepanjang hidup kita.

Kedua, jaga dan pertahankan ibadah yang sudah berjalan terutama ibadah sunnah. Karena ibadah sunnah sering diremehkan dengan tidak dijaga lagi dengan alasan ditinggalkan tidak apa-apa. Amal yang baik gendkanya dirutinkan walau hanya sedikit. Rasulullah ﷺ bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka dari itu, jangan berhenti untuk tetap rutin membaca Al-Qur’an dan mengakkan shalat sunnah setelah Ramadhan baik qiyam lail maupun salat witir dan lain-lain.

Ketiga, jaga terus spirit kepedulian sosial dengan suka berbagi, bersedekah, berzakat serta kebersamaan dan kekompakan dalam bermuamalah. Orang mukmin harus peduli nasib orang-orang di sekitar yang . Nabi ﷺ bersabda:

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِي يَبِيتُ شَبْعَانَ وَجَارُهُ طَاوٍ

Bukanlah seorang mukmin yang bermalam dalam keadaan kenyang, sedangkan tetangganya lapar. (HR Bazzar)

Jadi, Spirit Ramadhan harus melahirkan kepedulian sosial sepanjang tahun, bukan hanya sesaat di bulan Ramadhan saja.

Keempat, Menjaga Lisan dan Akhlak. Puasa melatih kita menahan diri dari perangai, ucapan dan perbuatan  buruk dan sia-sia. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ.(صحيح البخاري (3/ 33)

“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)

Maka, selepas Ramadhan kemampuan menahan tadi hendaknya terus kita pertahankan, akhlak mulia harus terus dijaga.

اللهُ أكبرُ، اللهُ أكبرُ، لا إلهَ إلَّا اللهُ، واللهُ أكبرُ، اللهُ أكبرُ، وللهِ الحمدُ.

Hadirin yang berbahagia, selanjutnya, spirit puasa juga hendaknya kita sambung dengan segera melaksanakan puasa 6 hari di bulan syawal, di mana fadhilahnya sangat besar sebagaimana disampaikan Nabi kita. Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ (صحيح مسلم ـ (3/ 169)

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim)

Ini adalah cara konkret menjaga semangat puasa dengan tetap melaksanakan puasa sunnah, baik puasa Syawal, ayyamul biidh, senin kamis dan sebagainya..

Hadirin jamaah Idul Fitri yang dimuliakan Allah, mari kita jadikan Idul Fitri sebagai titik awal untuk mempertahankan spirit Ramadhan sepanjang tahun. Jangan biarkan semangat ibadah, taqwa, dan kepedulian sosial hanya berhenti di bulan suci.

Semoga Allah ﷻ menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita hamba yang istiqamah. Jangan lupa mari kita hilangkan sifat marah, dendam ,sakit hati, sebaliknya mari kita tebar sifat pemaaf, pemurah, dan peramah. Jika ada di anatara kita pernah berbuat zalim atau salah pada sesame, jangan malu dan gengsi untuk meminta dihalalkan atau dimaafkan, sementara bagi yang dimintai maaf, jangan berat dan eman untuk membukakan pintu maafnya.

Selamat Idul Fitri 1447 H, teriring doa :

تقبَّلَ اللهُ منَّا ومنكم الصيامَ والقيامَ وسائرَ الطاعاتِ والأعمالِ الصالحاتِ.

اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّم وبارِك على عبدِك ورسولِك نبيِّنا محمَّدٍ، وعلى آله وأزواجِه وذريَّتِه، وارضَ اللَّهُمَّ عن الخلفاءِ الراشدين الأربعة: أبي بكرٍ، وعُمرَ، وعُثمانَ، وعليٍّ، وعن سائرِ الصحابةِ أجمعين، والتابعينَ ومن تبِعَهم بإحسانٍ إلى يومِ الدين،

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
اللَّهُمَّ أعِزَّ الإسلامَ والمسلمين، اللَّهُمَّ أعِزَّ الإسلامَ والمسلمين، اللَّهُمَّ أعِزَّ الإسلامَ والمسلمين، وأذِلَّ الشركَ والمشركين، وانصرْ عبادَك المؤمنين، واخذُلِ الطغاةَ والملاحدةَ وسائرَ أعداءِ الدين.

اللَّهُمَّ انصرْ دينَك وكتابَك وسنَّةَ نبيِّك محمَّدٍ – صلَّى اللهُ عليه وسلَّم – وعبادَك الصالحين.

﴿ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ * وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ * وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴾ [الصافات: 180 – 182].وصَلَّى اللهُ وسلَّم وبارَك على نبيِّنا محمَّدٍ، وعلى آله وصحبِه أجمعين.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button