KhutbahKhutbah Idul Fitri

Khutbah Idul Fitri : Kembali Kepada Fitrah, Kembali Kepada Tujuan Penciptaan Manusia

Oleh : Budi Riyanto, S.Pd.I (Sekretaris Korps Mubaligh Muhammadiyah Kab. Tegal)

📅 Selasa, 13 Mei 2026 | 25 Zulkaidah 1447 H

 

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي هَدٰىنَا لِهٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَٓا اَنْ هَدٰىنَا اللهُ
أَشْهَدُ أَنْ لَاإِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
إِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللّٰهُ وَخَيْرَ الهَدِى هَدِى مُحَمَّدٍ وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِى النَّارِ

Ma’asyiral Muslimin wal muslimat, jamaah sholat idul fitri rahimakumullah.
Hari ini adalah hari kemenangan. Hari yang penuh kegembiraan setelah sebulan kita ditempa oleh madrasah Ramadhan.
Namun marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri.

Apakah Idul Fitri hanya sekadar tradisi tahunan? Apakah ia hanya sekadar pakaian baru, makanan melimpah, dan ucapan maaf di bibir?

Jika Idul Fitri hanya berhenti pada itu semua, maka kita belum benar-benar memahami makna Kembali kepada fitrah.
Kembali kepada fitrah artinya kembali memfokuskan diri kepada Dinullah, kepada Din yang Hanif yakni Islam, sesuai dengan tujuan Allah menciptakan manusia. Sebagaimana firman-Nya :

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًاۚ فِطْرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَاۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS. Ar-Rum: 30)

Maka ketika kita ingin kembali kepada fitrah, cobalah bertanya kepada diri kita sendiri, untuk apa sebenarnya kita diciptakan oleh Allah SWT? Karena fitrah artinya kembali kepada tujuan awal penciptaan.

Ma’asyiral Muslimin wal muslimat, jamaah sholat idul fitri rahimakumullah.
Sebenarnya Allah SWT telah mengabarkan tentang tujuan Allah menciptakan manusia. Yang pertama dalam QS. Adz-Dzariyat: 56

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” (QS. Adz-Dzariyat : 56)

Dalam ayat ini jelaslah bahwa tujuan Allah menciptakan manusia adalah agar manusia mengabdi kepada Allah. Pengabdian kepada Allah haruslah murni, tidak boleh tercampuri dengan pengabdian kepada selain Allah serta motivasi-motivasi yang lain, Firman Allah :

قُلْ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰٓ إِلَىَّ أَنَّمَآ إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌۖ فَمَن كَانَ يَرْجُوا۟ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَٰلِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدًۢا

“Katakanlah (Muhammad), ‘Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.’ Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, hendaklah dia mengerjakan amal saleh dan janganlah dia menyekutukan siapa pun dalam beribadah kepada Tuhannya” (QS. Al-Kahfi : 110)

Ibadah puasa telah mengajarkan kepada kita bahwa dalam beribadah haruslah niat tulus mengharapkan keridhoan dari Allah sebagaimana baginda Rasulullah Muhammad SAW berpesan:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebenarnya bukan hanya saat puasa Ramadhan saja kita menjalankannya dengan landasan iman dan ihtisab. Tapi dalam segala pengabdian kepada Allah harus dilandasi iman dan ihtisab atau mengharap ridho dari Allah SWT.

Ma’asyiral Muslimin wal muslimat, jamaah sholat idul fitri rahimakumullah.
Tujuan Allah menciptakan manusia yang kedua adalah

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةًۖ قَالُوٓا۟ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۖ قَالَ إِنِّىٓ أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.’ Mereka berkata, ‘Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?’ Dia berfirman, ‘Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah : 30)

Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa manusia adalah Khalifah, Pengelola, Pengatur, atau Manager. Bila saya gambarkan sebagai seorang manager perusahaan, tentu dia ingin perusahaannya berkembang, perusahaannya maju, dan tentu tidak menginginkan perusahaannya hancur. Demikian juga kita sebagai manager bumi dan juga manager diri kita sendiri. Tentunya kita menginginkan bumi ini tetap Lestari, tetap asri dan kita tidak ingin bumi ini rusak. Pertanyaannya apa yang sudah kita lakukan untuk menjaga bumi agar tidak rusak? Mulailah dari hal terkecil, missal menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan sampah plastik dan lain sebagainya. Lalu sebagai manager terhadap diri kita sendiri, apa yang sudah kita lakukan untuk menjaga diri, baik jasmani maupun ruhani agar tidak rusak? Sekali lagi mulailah dari hal-hal kecil, misalnya rajin berolahraga, tidak merokok dan sebagainya. Apalagi sebagai warga Muhammadiyah yang kita semua sudah tahu bahwa Muhammadiyah telah memfatwakan rokok itu haram. Ingatlah bahwa apa yang kita lakukan sebagai manager, itu semua akan dimintai pertanggungjawaban.

Rasulullah SAW bersabda :
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Artinya: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya”

Ma’asyiral Muslimin wal muslimat, jamaah sholat idul fitri rahimakumullah.

Tujuan Allah menciptakan manusia yang ketiga adalah menjadi pengemban Amanah, sebagaimana firman Allah.

إِنَّا عَرَضْنَا ٱلْأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا ٱلْإِنسَٰنُۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh.” (QS. Al-Ahzab : 72)

Maka pertanyaannya “Apa amanah yang Allah sampaikan kepada kita?” maka Allah jawab dalam surat Asy-Syuro ayat 13

شَرَعَ لَكُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِۦ نُوحًا وَٱلَّذِىٓ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِۦٓ إِبْرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰٓۖ أَنْ أَقِيمُوا۟ ٱلدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا۟ فِيهِۚ كَبُرَ عَلَى ٱلْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِۚ ٱللَّهُ يَجْتَبِىٓ إِلَيْهِ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِىٓ إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ

“Dia telah mensyariatkan kepadamu agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).” (QS. As-Syuro : 13)

Kita diperintahkan Allah Allah SWT untuk menegakkan Islam dan persatuan, setidak-tidaknya untuk diri kita dan keluarga kita. Bagaimana agar Syariat Islam bisa berlaku atas diri kita dan keluarga kita, karena kita adalah pemimpin. Pemimpin diri dan pemimpin keluarga. Sekuat tenaga kita berupaya menegakkan syariat islam atas diri dan keluarga kita, agar diri dan keluarga kita bisa selamat di dunia dan di akhirat. Allah sudah memperingatkan kita agar kita menjaga diri dan keluarga dari siksa api neraka.

Firman-Nya :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim : 6)

Itulah tujuan diciptakaannya manusia oleh Allah SWT, maka bila dihari yang fitri ini kita ingin kembali kepada fitrah, kembalilah kepada tujuan awal penciptaan kita. Pengabdian kepada Allah dengan menjalankan fungsi dan peran kita sebagai khalifah untuk menegakkan islam atas diri kita dan keluarga agar diri kita dan keluarga selamat dan agar lingkungan disekitar kita juga selamat.

Di akhir khutbah ini, marilah kita berdoa kepada Allah agar Allah memberikan kita kekuatan untuk mencapai tujuan penciptaan diri kita.
اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَ يُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَ عَظِيْمِ سُلْطَانِكَ
أَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ

Segala puji hanya milik-Mu Ya Allah, Tuhan semesta alam, dengan pujian orang-orang yang bersyukur, dengan pujian orang-orang yang hidup dalam kenikmatan, dengan pujian yang sepadan dengan nikmat-Nya dan layak atas karunia-Nya. Ya Tuhan kami, kepada-Mulah segala puji sebagaimana layaknya keagungan wajah-Mu yang mulia dan kebesaran kekuasaan-Mu.

Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarganya, dan seluruh sahabatnya.

أَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلمُسْلِمِيْنَ والْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ألْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ وَيَاقَاضِيَ الْحَاجَاتِ

Ya Allah, berikanlah ampunan-Mu untuk kaum Muslimin dan muslimat, untuk kaum mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, wahai Dzat Yang Maha Mengabulkan Hajat.

رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepeda kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang kafir.

رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَاد

Ya Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu): ‘Berimanlah kalian kepada Rabb kalian, maka kami pun beriman. Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuslah kesalahan-kesalahan kami, serta wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti (shalih). Ya Rabb kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui Rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat kelak. Sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji.”

رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan ini.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلعَجْزِ وَاْلكَسَلِ وَاْلجُبْنِ وَاْلبُخْلِ وَاْلهَرَمِ وَعَذَابِ اْلقَبْرِ. اَللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابَ لَهَا

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, kekikiran, pikun, dan adzab kubur. Ya Allah, berikanlah ketaqwaan pada diriku, dan sucikanlah ia, Engkau adalah sebaik-baik Dzat yang Maha Mensucikannya, Engkau Dzat yang Melindungi dan Memeliharanya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, nafsu yang tidak pernah puas, dan doa yang tidak dikabulkan.

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِ الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ
اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

Ya Allah kami mohon pada-Mu keselamatan dalam agama, kesehatan tubuh, tambahan pada ilmu, keberkatan pada rezeki, penerimaan tobat sebelum maut, kasih sayang ketika maut, dan keampunan setelah maut. Ya Allah permudahkanlah kami dalam menghadapi sakarataul maut dan kelepasan dari neraka, dan kemaafan ketika hisab.

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ ٬يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى طَعَتِكَ

Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu, Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas Ketaatan kepada-Mu

رَبَّنَا ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ ٱلْحِسَابُ
Ya Tuhan kami, berilah ampunan kepadaku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
سُبْحٰنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَۚ وَسَلٰمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَۚ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button