Khutbah Jum'at

Salat Subuh Berjamaah di Masjid Cermin Kuatnya Iman Seorang Muslim

Oleh: Suratno Abu Musaddad
Peserta Sekolah Tabligh PWM Jateng, Angkatan ke 3

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوْذُ بِا للّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا, وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا, مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَ وَلاَ رَسُوْلَ بَعْدَهُ. أَللّٰهُمَّ صَلِّي عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ, وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَا بِهِ أَجْمَعِيْنْ, وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أَمَّا بَعْـدُ… فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ, إِتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ, أَعُوْذُبِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, اَقِمِ الصَّلٰوةَ لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ اِلٰى غَسَقِ الَّيْلِ وَقُرْاٰنَ الْفَجْرِۗ اِنَّ قُرْاٰنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا

Jamaah Shalat Jumat yang Dimuliakan Allah,
Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, serta kesehatan, sehingga kita dapat melangkahkan kaki menuju rumah-Nya yang mulia ini, terutama nikmat kekuatan yang menguatkan kita salat subuh berjamaah ke Masjid di-tiap paginya.

‎Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi yang Mulia baginda Muhammad ﷺ, beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Sebagai khatib, saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas ketaqwaan kita kepada Allah SWT, caranya adalah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya selagi nyawa masih dikandung badan.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Ketakwaan bukan sekadar pengakuan di lisan, tetapi harus tampak dalam amal dan ibadah kita sehari-hari. Di antara ibadah yang menjadi ukuran kuat atau lemahnya iman seseorang adalah salat berjamaah terutama salat Subuh dan Isya.
Rasulullah ﷺ bersabda (HR. 20.312):

فَقَالَ رَسُولُ اللّٰهُِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, إِنَّ أَثْقَلَ الصَّلَاةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَالْفَجْرِ وَلَوْ  يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat Isya dan subuh, seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada dalam dua shalat tersebut, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.

Hadits ini menunjukkan bahwa salat Subuh berjamaah merupakan ujian keimanan yang sangat nyata. Ketika udara dingin, tubuh masih lelah, dan manusia terlelap dalam tidur, seorang mukmin tetap bangun memenuhi panggilan Allah SWT.


Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Ketika seseorang mampu meninggalkan kasur yang nyaman demi berdiri di hadapan Allah SWT di masjid, itu menunjukkan bahwa kecintaannya kepada Allah lebih besar daripada kecintaannya kepada kenyamanan dunia.

Allah SWT berfirman (QS. At-Taubah [9] : 18),

اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ … ١٨

Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, serta (tetap) melaksanakan salat.

Memakmurkan masjid bukan hanya saat salat Jumat, Ramadan atau hari besar Islam, tetapi juga dengan menghadiri salat lima waktu berjamaah, terutama salat Subuh berjamaah. Salat Subuh berjamaah memiliki banyak keutamaan. Trik agar kita kuat dan semangat salat subuh berjamaah ke Masjid, kita selalu mengingat-ingat keutamaannya.Keutamaan salat subuh berjamaah ke Masjid :


1.     Terhindar dari sifat munafik

Rasulullah ﷺ bersabda (HR. 20.312):

إِنَّ أَثْقَلَ الصَّلَاةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَالْفَجْرِ وَلَوْ  يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat Isya dan subuh,seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada dalam dua shalat tersebut,niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.


2. Lebih utama dua puluh tujuh derajat

Rasulullah ﷺ bersabda (HR. Bukhori 609),

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

Shalat berjama’ah lebih utama dibandingkan shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.

Bahkan secara khusus, Rasulullah ﷺ juga mengingatkan bahwa ketaqwaan dan akhlak terbaik seorang laki-laki diuji di dalam rumah tangganya sendiri:


3. Bagaikan salat semalam suntuk

Rasulullah ﷺ bersabda (HR. Muslim 1049),

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

Barangsiapa shalat isya` berjama’ah, seolah-olah ia shalat malam selama separuh malam, dan barangsiapa shalat shubuh berjamaah, seolah-olah ia telah shalat seluruh malamnya.


4. Tidak akan masuk neraka

Rasulullah ﷺ bersabda (HR. Muslim 1003),

لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا يَعْنِي الْفَجْرَ وَالْعَصْرَ

Tidak akan masuk neraka seseorang yang shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya. (maksudnya fajar (subuh) dan ashar)


5. Akan masuk surga

Rasulullah ﷺ bersabda (HR. Bukhori 540),

مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Barangsiapa mengerjakan shalat pada dua waktu dingin,maka dia akan masuk surga.


6. Disaksikan oleh para Malaikat

Allah SWT berfirman (QS. Al-Isro’ [17] : 78),

اَقِمِ الصَّلٰوةَ لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ اِلٰى غَسَقِ الَّيْلِ وَقُرْاٰنَ الْفَجْرِۗ اِنَّ قُرْاٰنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا ٧٨

Dirikanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh, Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

Ayat ini menerangkan waktu salat yang lima. Tergelincirnya matahari menunjukkan waktu salat Zuhur dan Asar, sedangkan gelap malam menunjukkan waktu salat Magrib, Isya’, dan Subuh. Dalam hadis riwayat Ahmad disebutkan bahwa salat Subuh disaksikan oleh para malaikat yang bertugas pada malam dan siang.


7. Bisa melaksanakan salat sunnah fajar

Rasulullah ﷺ bersabda (HR. Muslim 1193),

عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Dari ‘Aisyah dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, dua rakaat fajar lebih baik daripada dunia seisinya.


8. Mendapat cahaya sempurna di akhirat

Rasulullah ﷺ bersabda (HR. Tirmidzi 207),

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَشِّرْ الْمَشَّائِينَ فِي الظُّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaBerilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan di kegelapan malam menuju masjiddengan cahaya sempurna kelak di hari kiamat.


9. Mendapat berkah dari Allah, karena didoakan oleh Rasululloh

Rasulullah ﷺ bersabda (HR. Ibnu Majjah 2229),

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَللّٰهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا

Bahwa Nabi ﷺ bersabda, Ya Allah….. berkahilah umatku di waktu paginya.


10. Mendapat jaminan dari Allah

Rasulullah ﷺ bersabda (HR. Muslim 1051),

مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللّٰهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللّٰهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

Barangsiapa shalat subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah, oleh karena itu jangan sampai Allah karena jaminan-Nya menuntut kalian dengan suatu hal, karena siapa yang Allah menuntutnya sesuatu karena jaminan-Nya, Allah pasti akan menemukannya dan menelungkupkannya diatas wajahnya di neraka jahannam.


Jamaah Jumat rahimakumullah,

Maka jika kita ingin mengukur diri sendiri, jangan hanya melihat banyaknya ilmu, panjangnya jenggot, atau indahnya penampilan. Lihatlah hubungan kita dengan masjid, khususnya pada waktu Subuh.

Masjid yang ramai saat salat Jumat tetapi sepi saat Subuh adalah tanda bahwa kita masih harus memperbaiki kualitas iman dan ketakwaan.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang istiqamah memakmurkan masjid.


بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ, وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلْ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ


Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ, اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ  رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ أَشْرَفِ الْـمُرْسَلِيْنَ, وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَـعِيْنَ

أَمَّـابَعْـدُ… مَعَا شِرَ الْمُسْلِمِنَ,  رَحِمَكُمُ اللّٰهُ, تَّقُوْا ٱللّٰهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖۖ وَٱتَّقُوْا ٱللّٰهَۚ قَالَ اللّٰهُ تَعَـالَى فِيْ كِتَا بِهِالْكَرِيْمِ: أَعُوْذُبِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, إِنَّ ٱللّٰهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا.ٱلۡحَمۡدُ لِلّٰهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ,وَالصَّلآةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ, وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, وَرْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْ حَمَ لرَّا حِمِيْنَ… أَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ, وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ, إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ, يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ، أَللّٰهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا, وَذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا, وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا، رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ, وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا, غِلَّا لِّلَّذِيْنَ آمَنُوْا, رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا, وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْن. أَللّٰهُمَّأَرِنَاالْحَقَّ  حَقًّا وَارْزُقْنَااتِّبَاعَهُ, وَأَرِنَاالْبَاطِلَ بَاطِلاً وَرْزُقْنَااجْتِنَابَهُ. رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ. رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ. رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً, وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً, وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوُنَ, وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ, وَلْحَمْدُلِلّٰهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْن.

Suratno Abu Musaddad

Pleno Pimpinan Cabang Muhammadiyah Jumantono, Majelis Tabligh PDM Karanganyar dan Peserta Sekolah Tabligh MT PWM Jawa Tengah Angkatan ke-3

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button