Pentingnya Bersyukur
Oleh : Rio Fauzan (Mahasiswa Sekolah Tabligh PWM Jateng di Banjarnegara)

Pentingnya Bersyukur
Seringkali, kita terjebak dalam pikiran bahwa syukur hanya dilakukan saat kita mendapatkan rezeki nomplok atau saat keinginan kita tercapai. Padahal, syukur adalah napas seorang mukmin. Kita bersyukur bukan karena hidup kita sempurna, tetapi karena kita sadar bahwa Allah selalu baik kepada kita.
Mengapa kita harus bersyukur?
Pertama, karena nikmat Allah tidak terbatas. Jika kita mencoba menghitung nikmat Allah, mulai dari detak jantung yang otomatis, oksigen yang gratis, hingga hidayah iman, niscaya kita tidak akan sanggup menghitungnya. Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 18:
وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا ۗاِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Kedua, syukur adalah kunci ditambahnya nikmat. Allah memberikan janji yang pasti dalam Al-Qur’an bahwa siapa pun yang bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat-Nya. Sebaliknya, kufur nikmat (mengingkari nikmat) akan mengundang azab. Hal ini termaktub dalam QS. Ibrahim ayat 7:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat’.”
Bagaimana cara kita bersyukur yang benar? Para ulama mengajarkan tiga tingkatan syukur:
- Syukur dengan Hati: Mengakui dengan tulus bahwa semua nikmat berasal dari Allah, bukan semata-mata karena kecerdasan atau kerja keras kita.
- Syukur dengan Lisan: Memperbanyak ucapan Alhamdulillah dan menceritakan nikmat Allah sebagai bentuk dakwah (tahaddus bin ni’mah).
- Syukur dengan Perbuatan: Menggunakan nikmat tersebut untuk beribadah. Punya harta digunakan bersedekah, punya ilmu digunakan mengajar, punya tubuh sehat digunakan untuk melangkah ke masjid.
Marilah kita ingat pesan Rasulullah SAW untuk selalu melihat ke bawah dalam urusan dunia agar kita tidak meremehkan nikmat Allah:“Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan janganlah melihat kepada orang yang berada di atasmu (dalam urusan dunia). Hal itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah kepada kalian.” (HR. Muslim).




