Artikel

Kunci Sukses

Oleh : Masyhuda Darussalam, M.Pd (Alumni Sekolah Tabligh PWM Jawa Tengah)

Salah satu diantara Kunci sukses dan keberhasilan serta kesuksesan individu maupun masyarakat, bahkan suatu bangsa adalah produktivitasnya. Bangsa-bangsa yang maju, individu yang maju, yang sukses adalah mereka yang produktif. Islam adalah agama yang mendorong umatnya untuk menjadi pribadi-pribadi yang produktif, pribadi yang senantiasa bersemangat dan memiliki komitmen yang tinggi untuk senantiasa berprestasi dan meningkatkan kualitas diri.

Terkait dengan produktivitas itu, di dalam Alquran paling tidak ada lima istilah yang keempat istilah itu mendorong dan memotivasi kita untuk senantiasa menjadi orang-orang yang produktif. 5 istilah itu yang pertama adalah Amala (عَمِلَ) yang kedua Fa’ala (فَعَلَ) yang ketiga Kasaba ( كسب ) yang keempat Sa’aa ( سَعَى ) dan yang kelima ( صنع) sanaʿa

Dalam banyak ayat Alquran kita menemukan penjelasan bagaimana Allah memerintahkan kepada umat Islam kepada hambanya yang bertaqwa untuk senantiasa beramal saleh. Beramal sholeh itu tidak terbatas kita melaksanakan amalan-amalan yang merupakan ibadah mahdah, tapi amal sholeh itu berarti kerja yang profesional. Dalam kaitan dengan produktivitas kita menemukan di dalam Alquran surah Al An’am ayat yang ke-135 yang di dalamnya Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar menganjurkan kepada umatnya untuk senantiasa bekerja.
Allah berfirmanu :

قُلْ يٰقَوْمِ اعْمَلُوْا عَلٰى مَكَانَتِكُمْ اِنِّيْ عَامِلٌۚ فَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ مَنْ تَكُوْنُ لَهٗ عَاقِبَةُ الدَّارِۗ اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الظّٰلِمُوْنَ ۝١٣٥

Artinya : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai kaumku, berbuatlah menurut kedudukanmu, aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan memperoleh tempat (terbaik) di akhirat (nanti). Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan beruntung.

Jika kita kaitkan antara produktivitas dengan kualitas dan dengan derajat manusia dalam kehidupannya, kita juga mendapatkan tuntunan Alquran betapa manusia itu memiliki harkat dan martabat dalam kehidupannya baik dalam kaitan dengan profesinya maupun dalam kaitan dengan relasi antar manusia ditentukan oleh produktivitas dan bagaimana mereka bekerja yang profesional. Allah berfirman di dalam surah al-an’am ayat 132 :
Allah Berfirman :

وَلِكُلٍّ دَرَجٰتٌ مِّمَّا عَمِلُوْاۗ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ

Artinya : Masing-masing orang ada tingkatannya, (sesuai) dengan apa yang mereka kerjakan. Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.
Di dalam ayat yang lainnya Allah juga menegaskan bagaimana kita ini akan memperoleh sesuatu berdasarkan apa yang kita kerjakan dan apapun yang kita kerjakan itu pada akhirnya akan kita nikmati dalam hidup kita di dunia ini dan hidup kita di akhirat nanti. Allah berfirman di dalam surah An-Najm surah yang ke 53 ayat 39 dan ayat yang ke-40 :

وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ
وَاَنَّ سَعْيَهٗ سَوْفَ يُرٰىۖ

Artinya : Bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,bahwa sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).

Dalam rangka kita menjadi manusia dan pribadi yang produktif, Alquran memberikan kepada kita tuntunan untuk kita ini sukses kita harus menjadi pribadi-pribadi yang memiliki komitmen dan memiliki kesungguhan untuk meninggalkan perbuatan perkataan yang tidak berguna. Di dalam Alquran surah Al-Mu’minun ayat 1 sampai dengan 3 Allah berfirman :

قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَۙ ۝١
الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَاتِهِمْ خٰشِعُوْنَ ۝٢
وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَۙ ۝٣

Artinya : Sungguh, beruntunglah orang-orang mukmin.(Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya,orang-orang yang meninggalkan (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.

Sejalan dengan firman Allah di dalam surah al-mu’minun tersebut, Allah juga menegaskan di dalam surah Al-Furqon diantara ciri dari Ibadurrahman hamba Allah yang maha pengasih adalah mereka yang senantiasa meninggalkan hal-hal yang tidak berguna. Allah berfirman di dalam surah Al-Furqon ayat 72 :

وَالَّذِيْنَ لَا يَشْهَدُوْنَ الزُّوْرَۙ وَاِذَا مَرُّوْا بِاللَّغْوِ مَرُّوْا كِرَامًا ۝٧٢

Artinya : Dan, orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu serta apabila mereka berpapasan dengan (orang-orang) yang berbuat sia-sia, mereka berlalu dengan menjaga kehormatannya.

Dan mereka itu apabila melewati orang-orang yang melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak berguna pekerjaan yang tidak bermanfaat mereka menjauhi orang-orang tersebut dengan tetap menjaga kehormatannya.

Oleh karena itu, Apabila kita mengikuti berbagai macam teori tentang produktivitas dan pembeda antara masyarakat yang maju dengan masyarakat yang berkembang atau masyarakat yang sukses dengan masyarakat yang mereka itu tertinggal dalam kehidupannya. Kuncinya adalah produktivitas masyarakat yang maju masyarakat yang berkemajuan adalah mereka yang senantiasa mengisi setiap waktu dengan hal-hal yang bermanfaat mereka senantiasa berusaha untuk meningkatkan kualitas diri karena sesungguhnya kunci untuk kita sukses adalah peningkatan kualitas diri dan tidak hanya kualitas diri tetapi juga semakin produktif dan semakin efisien dengan berbagai hal yang kita kerjakan dalam hidup kita. Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat memberikan inayah dan taufiknya sehingga kita menjadi hamba-hamba Allah yang produktif, hamba hamba Allah yang senantiasa mengisi setiap waktu, setiap kesempatan yang diberikan kepada kita dengan perbuatan yang bermanfaat, dengan perbuatan yang maslahat dan meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button