ArtikelIbadahTuntunan

Salat Id Berbarengan dengan Hari Jumat, Wajibkah Salat Jumat?

Oleh : Dr. H. Ali Trigiyatno, M.Ag (Ketua Majelis Tabligh PWM Jateng)

๐Ÿ“… Ahad, 12 April 2026 | 24 Syawal 1447 H

Tahun ini (1447 H/2026 M) PP Muhammadiyah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh tanggal 20 Maret 2026 bertepatan hari Jumat. Banyak pertanyaan di akar rumput, apakah kami masih wajib mendatangi salat Jumat? Memang, para ulama berbeda pendapat mengenai orang yang telah melaksanakan salat Id,ย  apakah gugur darinya kewajiban salat Jumat bila keduanya jatuh pada hari yang sama? Dalam hal ini ada dua pendapat besar:

Pendapat Pertama: Salat Jumat tidak gugur, alias masih tetap wajib dikerjakan. Ini adalah pendapat mayoritas ulama dari kalangan Hanafiyah, Malikiyah, Syafiโ€˜iyah, serta kebanyakan fuqaha`. Pendapat ini dipilih juga oleh Ibnul Mundzir, Ibn Hazm, dan Ibn โ€˜Abd al-Barr.

Al-Mawardi mewakili pandangan Syafiโ€™iyyah menulis :

ููŽุตู’ู„ูŒ : ุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ุนููŠุฏู ูููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุฌูู…ู’ุนูŽุฉู ุญูƒู… ุตู„ุงุฉ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ููŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ู…ูุตู’ุฑู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุตูŽู„ู‘ููˆุง ุงู„ู’ุฌูู…ู’ุนูŽุฉูŽ ุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฌููˆุฒู ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุชูŽุฑู’ูƒูู‡ูŽุง ุŒ ูƒูŽู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ุจูู‡ู ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู†ูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ููู‚ูŽู‡ูŽุงุกู ูƒูŽุงูู‘ูŽุฉู‹ ุŒ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ูˆูŽุงุจู’ู†ู ุงู„ุฒู‘ูุจูŽูŠู’ุฑู ู‚ูŽุฏู’ ุณูŽู‚ูŽุทูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ู’ ููŽุฑู’ุถู ุงู„ู’ุฌูู…ู’ุนูŽุฉู ุŒ ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ุบูŽูŠู’ุฑู ุตูŽุญููŠุญู ุ› ู„ูุนูู…ููˆู…ู ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู {ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ} ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ู‘ู ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูˆูŽู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุนููŠุฏูŽ ุณูู†ู‘ูŽุฉูŒ ูˆูŽุงู„ู’ุฌูู…ู’ุนูŽุฉูŽ ููŽุฑู’ุถูŒ ุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฌููˆุฒู ุชูŽุฑู’ูƒู ุงู„ู’ููŽุฑู’ุถู ุจูุงู„ุณู‘ูู†ู‘ูŽุฉู ุŒ ููŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ุณู‘ูŽูˆูŽุงุฏู ููŽูููŠ ุณูู‚ููˆุทู ุงู„ู’ุฌูู…ู’ุนูŽุฉู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฌู’ู‡ูŽุงู†ู : ุฃูŽุญูŽุฏูู‡ูู…ูŽุง : ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุงุฌูุจูŽุฉูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูƒูŽุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ู…ูุตู’ุฑู . ุงู„ุฌุฒุก ุงู„ุซุงู†ูŠ ูˆูŽุงู„ู’ูˆูŽุฌู’ู‡ู ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠ : ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู†ูŽุตู‘ู ุงู„ุดู‘ูŽุงููุนููŠู‘ู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุณูŽู‚ูŽุทูŽุชู’ ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ู’ ุŒ ู„ูู…ูŽุง ุฑููˆููŠูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุนูŽูˆูŽุงู„ููŠ : ูููŠ ู…ูุซู’ู„ู ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ู‚ูŽุฏู ุงุฌู’ุชูŽู…ูŽุนูŽ ูููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ููƒูู…ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ุนููŠุฏูŽุงู†ู ุŒ ููŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู†ู’ุตูŽุฑูููŽ ููŽู„ูŽูŠูŽู†ู’ุตูŽุฑููู’ ููŽุฅูู†ู‘ูŽุง ู…ูุฌูŽู…ู‘ูุนููˆู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ููŽุฑู’ู‚ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ู…ูุตู’ุฑู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽูˆูŽุงุฏู : ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽูˆูŽุงุฏู ุฅูุฐูŽุง ุงู†ู’ุตูŽุฑูŽูููˆุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุตูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ู’ุนููŠุฏู ุดูŽู‚ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู ุงู„ู’ุนูŽูˆู’ุฏู ุŒ ู„ูุจูุนู’ุฏู ุฏูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุดูู‚ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ู…ูุตู’ุฑู ู„ูู‚ูุฑู’ุจู ุฏูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ .ุงู„ุญุงูˆูŠ ุงู„ูƒุจูŠุฑ ู„ู„ู…ุงูˆุฑุฏูŠ ู€ ุท ุงู„ููƒุฑ (2/ 1140)

Fasal: Apabila hari raya (โ€˜Id) jatuh pada hari Jumat, maka hukum salat Jumat adalah:

Penduduk kota (ahl al-miแนฃr): Mereka wajib melaksanakan salat Jumat, dan tidak boleh meninggalkannya. Demikian pendapat mayoritas ulama Syafiโ€˜iyyah dan seluruh fuqaha. Adapun Ibn โ€˜Abbฤs dan Ibnuz Zubair berpendapat bahwa kewajiban Jumat gugur dari mereka. Namun pendapat ini tidak benar, karena keumuman sabda Nabi ๏ทบ: โ€œSalat Jumat itu wajib atas setiap Muslim.โ€ Selain itu, salat Id hukumnya sunnah, sedangkan Jumat fardhu. Maka tidak boleh meninggalkan fardhu dengan alasan sunnah.

Sedangkan penduduk desa (ahl al-sawฤd): Dalam hal gugurnya kewajiban Jumat dari mereka terdapat dua wajah (pendapat):

1. Tetap wajib atas mereka sebagaimana atas penduduk kota.

2. Gugur kewajiban Jumat dari mereka โ€” ini adalah nash Imam al-Syafiโ€˜i. Dalilnya: riwayat dari Nabi ๏ทบ yang berkata kepada penduduk โ€˜Awฤli: โ€œPada hari ini telah berkumpul dua hari raya. Siapa yang ingin pulang, silakan pulang. Namun kami tetap akan melaksanakan Jumat.โ€

Perbedaan antara penduduk kota dan desa: Penduduk desa, bila mereka pulang setelah salat Id, akan merasa berat untuk kembali lagi karena rumah mereka jauh. Sedangkan penduduk kota tidak merasa berat karena rumah mereka dekat. (al-แธคฤwฤซ al-Kabฤซr karya al-Mฤwardฤซ (juz 2, hlm. 1140)

Ulama yang mengatakan Jumat tidak gugur mengemukakan hujjah di antaranya:

Al-Qurโ€™an

Allah berfirman: “Apabila diseru untuk salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kalian menuju zikir Allah” (QS. al-Jumuโ€˜ah: 9). Makna ayat ini tidak mengecualikan hari raya dari kewajiban Jumat.

Atsar Sahabat Abu โ€˜Ubaid berkata: “…Aku pernah bersama โ€˜Utsman bin โ€˜Affan pada hari Jumat yang bertepatan dengan Id. Ia salat sebelum khutbah, lalu berkhutbah dan berkata: Wahai manusia, hari ini telah berkumpul bagi kalian dua hari raya. Siapa yang ingin menunggu Jumat dari penduduk โ€˜Awali, silakan menunggu; siapa yang ingin pulang, aku telah mengizinkannya.”

Maknanya,ย  โ€˜Utsman hanya memberi keringanan bagi penduduk jauh (โ€˜Awali), karena mereka tidak wajib Jumat.

Pertimbangan hukum: Jumat adalah fardhu, sedangkan Id sunnah; sunnah tidak menggugurkan fardhu. Keduanya adalah salat wajib (Jumat) dan sunnah muakkadah (Id), sehingga tidak saling menggugurkan, sebagaimana salat Zuhur tetap wajib meski ada salat Id.

Majelis Tarjih sendiri mengikuti pandangan bahwa salat Jumat tidak gugur walau sudah melakukan salat Id paginya, apalagi zaman sekarang masjid mudah ditemukan dan jaraknya dekat-dekat sehingga yang lebih aman adalah tetap melaksanakan salat Jumat.

Pendapat Kedua: Gugur salat Jumat bagi yang sudah menghadiri salat Id.ย  Pendapat ini dianut kalangan Hanabilah dan sebagian ulama salaf. Pendapat ini juga dikuatkan oleh Ibn Taimiyah, Ibn Baz, dan Ibn โ€˜Utsaimin.

Syaikh Muhammad bin โ€˜Ali bin ฤ€dam bin Mลซsฤ al-Itsyลซbฤซ al-Wallawฤซ dalam Kitab Dhakhฤซrat al-โ€˜Uqbฤ fฤซ Sharแธฅ al-Mujtaba 17/237 menerangkan:

โ€œ Sebagian ulama berpendapat bahwa salat Id mencukupi dari salat Jumat. Ini adalah pendapat Ibnuz Zubair dan Ibn โ€˜Abbฤs ra. Ibnul Mundzir meriwayatkan dari โ€˜Alฤซ ra bahwa keduanya pernah berkumpul pada masanya. Ia salat Id bersama mereka, lalu berkhutbah di atas tunggangannya dan berkata: โ€œWahai manusia, siapa di antara kalian yang telah menghadiri salat Id, maka ia telah mencukupi dari Jumatnya, insya Allah.โ€

Ibnul Mundzir juga meriwayatkan dari โ€˜Utsmฤn bin โ€˜Affฤn ra bahwa ia berkata pada hari raya: โ€œHari ini telah berkumpul bagi kalian dua hari raya. Siapa dari penduduk โ€˜Awฤli yang ingin menunggu Jumat, silakan menunggu; siapa yang ingin pulang, silakan pulang, aku telah mengizinkannya.โ€ Riwayat serupa juga datang dari โ€˜Umar bin โ€˜Abd al-โ€˜Azฤซz. Pendapat ini juga dikatakan oleh โ€˜Aแนญฤโ€™ bin Abฤซ Rabฤแธฅ. Diriwayatkan dari al-Syaโ€˜bฤซ dan al-Nakhaโ€˜ฤซ bahwa keduanya berkata: โ€œSalah satu dari keduanya mencukupi bagimu.โ€

Dalil-dalil:

Atsar Sahabat Dari โ€˜Athaโ€™: “Pada masa Ibnuz Zubair, Id bertepatan dengan Jumat. Ia menggabungkan keduanya, lalu salat dua rakaat di pagi hari, tidak menambah hingga salat Asar.”

Pertimbangan hukum: Jumat hanya berbeda dari Zuhur karena adanya khutbah. Sedangkan khutbah sudah didengar pada salat Id, sehingga mencukupi. Jumat adalah hari raya mingguan, sedangkan Id adalah hari raya tahunan. Bila dua ibadah sejenis berkumpul, syariat sering memasukkan salah satunya ke dalam yang lain, sebagaimana wudhu masuk dalam mandi junub, atau satu mandi mencukupi dari mandi lainnya.

Penutup

Pandangan Majelis Tarjih Muhamamdiyah sejalan dengan mayoritas ulama (Hanafiyah, Malikiyah, Syafiโ€˜iyah) yang menyatakan, salat Jumat tetap wajib meski sudah melaksanakan salat Id.

Penulis Fatawi Yas`alunaka Husamuddin bin Musa โ€˜Affanah menyimpulkan.

ูˆุฎู„ุงุตุฉ ุงู„ุฃู…ุฑ ุฃู†ู‡ ูŠู†ุจุบูŠ ุนู„ู‰ ู…ู† ุตู„ู‰ ุงู„ุนูŠุฏ ุฃู† ูŠุตู„ูŠ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุฎุฑูˆุฌุงู‹ ู…ู† ุฎู„ุงู ุงู„ุนู„ู…ุงุก ูุฅู† ู…ุฑุงุนุงุฉ ุงู„ุฎู„ุงู ู…ุทู„ูˆุจุฉ ู„ุฃู† ุงู„ู…ุณุฃู„ุฉ ููŠู‡ุง ุงุญุชู…ุงู„ุงุช ู‚ูˆูŠุฉ ูˆู…ู† ู„ู… ูŠูุนู„ ูุฃุฎุฐ ุจู‚ูˆู„ ู…ู† ู‚ุงู„ ุจุณู‚ูˆุท ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุนู…ู† ุตู„ู‰ ุงู„ุนูŠุฏ ูู„ุง ุญุฑุฌ ุนู„ูŠู‡ ุฅู† ุดุงุก ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ .)ูุชุงูˆู‰ ูŠุณุฃู„ูˆู†ูƒ (5/ 40ุŒ )

Yang lebih utama: Orang yang sudah salat Id tetap melaksanakan salat Jumat, agar keluar dari perselisihan ulama. Karena muraโ€˜ฤt al-khilฤf (memperhatikan adanya perbedaan pendapat) adalah hal yang dianjurkan, apalagi masalah ini memiliki dalil dan kemungkinan yang kuat di kedua sisi. Namun, jika seseorang tidak melaksanakan salat Jumat setelah Id, dan ia mengikuti pendapat ulama yang mengatakan gugurnya kewajiban Jumat bagi yang sudah salat Id, maka tidak ada dosa dan tidak mengapa baginya, insya Allah.

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button