
Pendahuluan
Ada pemandangan kontras saat memasuki malam 15 Syakban di sebagian masjid-masjid di sekeliling kita. Sebagian ada kegiatan yang cukup semarak dilakukan jamaah untuk menyambutnya dengan berbagai ritual, namun sebagian masjid tidak tampak ada kegiatan khusus laksana malam-malam selainnya. Masjid-masjid Muhammadiyah tentu masuk yang kategori kedua di mana tidak ada sambutan atau kegiatan khusus buat menyambutnya.
Memang dalam hal ini ada perbedaan pendapat di kalangan ulama sehubungan menyikapi datangnya nishfu Syakban. Sebagian kalangan meyakini ada keutamaan tersendiri dengan malam tersebut dan mereka mengadakan kegiatan khusus untuk itu. Namun sebagian lagi menganggap tidak ada keistimewaan khusus, sehingga tidak perlu ada sambutan atau kegiatan ritual tersendiri.
Asal muasal peringatan nishfu Syakban berasal dari sebgaian Tabiโin di Syam. Artinya di zaman Nabi dan sahabat belum ada kegiatan seperti ini. Hal ini seperti ditulis oleh Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Latha`if al-Maโarif sebagai berikut :
ูุงู ุงูุชุงุจุนูู ู ู ุฃูู ุงูุดุงู ูุฎุงูุฏ ุจู ู ุนุฏุงู ูู ูุญูู ู ููู ุงู ุจู ุนุงู ุฑ ู ุบูุฑูู ูุนุธู ูููุง ู ูุฌุชูุฏูู ูููุง ูู ุงูุนุจุงุฏุฉ ู ุนููู ุฃุฎุฐ ุงููุงุณ ูุถููุง ู ุชุนุธูู ูุง ู ูุฏ ููู ุฃูู ุจูุบูู ูู ุฐูู ุขุซุงุฑ ุฅุณุฑุงุฆูููุฉ ููู ุง ุงุดุชูุฑ ุฐูู ุนููู ูู ุงูุจูุฏุงู ุงุฎุชูู ุงููุงุณ ูู ุฐูู ูู ููู ู ู ูุจูู ู ููู ูุงูููู ุนูู ุชุนุธูู ูุง ู ููู ุทุงุฆูุฉ ู ู ุนุจุงุฏ ุฃูู ุงูุจุตุฑุฉ ู ุบูุฑูู ู ุฃููุฑ ุฐูู ุฃูุซุฑ ุนูู ุงุก ุงูุญุฌุงุฒ ู ููู ุนุทุงุก ู ุงุจู ุฃุจู ู ูููุฉ ู ูููู ุนุจุฏ ุงูุฑุญู ู ุจู ุฒูุฏ ุจู ุฃุณูู ุนู ูููุงุก ุฃูู ุงูู ุฏููุฉ ู ูู ููู ุฃุตุญุงุจ ู ุงูู ู ุบูุฑูู ู ูุงููุง : ุฐูู ููู ุจุฏุนุฉ
ู ุงุฎุชูู ุนูู ุงุก ุฃูู ุงูุดุงู ูู ุตูุฉ ุฅุญูุงุฆูุง ุนูู ููููู : ุฃุญุฏูู ุง : ุฃูู ูุณุชุญุจ ุฅุญูุงุคูุง ุฌู ุงุนุฉ ูู ุงูู ุณุงุฌุฏ ูุงู ุฎุงูุฏ ุจู ู ุนุฏุงู ู ููู ุงู ุจู ุนุงู ุฑ ู ุบูุฑูู ุง ููุจุณูู ูููุง ุฃุญุณู ุซูุงุจูู ู ูุชุจุฎุฑูู ู ููุชุญููู ู ูููู ูู ูู ุงูู ุณุฌุฏ ูููุชูู ุชูู ู ูุงูููู ุฅุณุญุงู ุจู ุฑุงูููุฉ ุนูู ุฐูู ู ูุงู ูู ููุงู ูุง ูู ุงูู ุณุงุฌุฏ ุฌู ุงุนุฉ : ููุณ ุจุจุฏุนุฉ ูููู ุนูู ุญุฑุจ ุงููุฑู ุงูู ูู ู ุณุงุฆูู ู ุงูุซุงูู : ุฃูู ููุฑู ุงูุฅุฌุชู ุงุน ูููุง ูู ุงูู ุณุงุฌุฏ ููุตูุงุฉ ู ุงููุตุต ู ุงูุฏุนุงุก ู ูุง ููุฑู ุฃู ูุตูู ุงูุฑุฌู ูููุง ูุฎุงุตุฉ ููุณู ู ูุฐุง ููู ุงูุฃูุฒุงุนู ุฅู ุงู ุฃูู ุงูุดุงู ู ูููููู ู ุนุงูู ูู ู ูุฐุง ูู ุงูุฃูุฑุจ ุฅู ุดุงุก ุงููู ุชุนุงูู) ูุทุงุฆู ุงูู ุนุงุฑู ููู ุง ุงูู ูุงุณู ุงูุนุงู ู ู ุงููุธุงุฆู (ุต: 151)
Para tabiโin dari negeri Syam seperti Khalid bin Maโdan, Makแธฅul, Luqman bin โฤmir, dan lainnya, mereka mengagungkan malam Nisfu Syaโban serta bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam itu. Dari merekalah orang-orang kemudian mengambil pemahaman tentang keutamaan dan pengagungan malam tersebut.
Dikatakan bahwa hal itu sampai kepada mereka melalui riwayat Israiliyat. Ketika berita tentang pengagungan malam Nisfu Syaโban tersebar di berbagai negeri, maka terjadi perbedaan pendapat di kalangan umat Islam:
- Sebagian orang menerimanya dan mengikuti mereka dalam mengagungkan malam itu, termasuk sekelompok ahli ibadah dari Basrah dan lainnya.
- Namun kebanyakan ulama Hijaz menolak hal tersebut, di antaranya โAแนญฤโ dan Ibn Abฤซ Mulaykah. Hal ini juga diriwayatkan oleh โAbd al-Raแธฅmฤn bin Zayd bin Aslam dari para fuqaha Madinah, dan itu pula pendapat para pengikut Imam Malik dan lainnya. Mereka berkata: โSemua itu adalah bidโah.โ
Kemudian ulama Syam berbeda pendapat tentang cara menghidupkan malam Nisfu Syaโban:
- Pendapat pertama: Disunnahkan menghidupkan malam itu secara berjamaah di masjid. Khalid bin Maโdan, Luqman bin โฤmir, dan lainnya biasa mengenakan pakaian terbaik mereka, memakai wewangian, bercelak, lalu menghidupkan malam itu di masjid dengan ibadah sepanjang malam. Pendapat ini juga disetujui oleh Isแธฅฤq bin Rฤhawaih, yang berkata bahwa menghidupkan malam Nisfu Syaโban secara berjamaah di masjid bukanlah bidโah. Hal ini dinukil oleh แธคarb al-Kirmฤnฤซ dalam kitab Masฤโil-nya.
- Pendapat kedua: Dimakruhkan berkumpul di masjid pada malam itu untuk shalat berjamaah, bercerita, dan berdoa bersama. Namun tidak dimakruhkan jika seseorang menghidupkan malam itu dengan shalat secara pribadi. Pendapat ini adalah pendapat al-Awzฤโฤซ, imam, faqih, dan ulama besar Syam.
Dan inilah pendapat yang lebih dekat kepada kebenaran, insyaAllah Taโala.
Jadi, teks ini menunjukkan bahwa tradisi peringatan Nisfu Syaโban mula-mula berkembang di kalangan tabiโin Syam, lalu menyebar ke berbagai daerah, namun ditolak oleh banyak ulama Hijaz. Sumber ajaran ini diduga berasal dari Israiliyyat.
Keterangan mirip di atas juga diberikan oleh Imam al-Qasthallani dalam al-Mawahib al-Laduniyyah:
Tabi’in tanah Syam seperti Khalid bin Ma’dan dan Makhul, mereka bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam Nisfu Sya’ban. Dari mereka inilah orang-orang kemudian ikut mengagungkan malam Nisfu Sya’ban. Dikatakan, bahwa telah sampai kepada mereka atsar israiliyat (kabar atau cerita yang bersumber dari ahli kitab, Yahudi dan Nasrani yang telah masuk Islam) tentang hal tersebut. Kemudian ketika perayaan malam Nisfu Sya’ban populer, orang-orang berbeda pandangan menanggangapinya. Sebagian menerima, dan sebagian lain mengingkarinya. Mereka yang memgingkari adalah mayoritas ulama Hijaz, termasuk dari mereka Atha’ dan Ibnu Abi Malikah. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dari kalangan fuqaha’ Madinah menukil pendapat bahwa perayanan malam Nisfu Sya’ban seluruhnya adalah bid’ah. Ini juga merupakan pendapat Ashab Maliki dan ulama selainnya.
Hadis terkait
Memang ada beberapa hadis terkait keutamaan nishfu Syakban, namun sayangnya mayoritas atau hampir semua bernilai kalau tidak dhaif ya palsu. Ada satu hadis yang dinilai paling โlumayanโ yakni hadits dari Abu Musa al-Asyโari :
ุนููู ุฃูุจูู ู ููุณูู ุงูุฃูุดูุนูุฑูููู ุ ุนููู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงููู ุนูููููู ูุณููููู ู ููุงูู : ุฅูููู ุงูููููู ููููุทููููุนู ููู ููููููุฉู ุงููููุตููู ู ููู ุดูุนูุจูุงูู , ููููุบูููุฑู ููุฌูู ููุนู ุฎููููููู , ุฅููุงูู ููู ูุดูุฑููู ุฃููู ู ูุดูุงุญููู.(ุณูู ุงุจู ู ุงุฌุฉ)
Dari Abu Musa al-Asyโari, dari Rasulullah SAW beliau bersabda, โAllah mendatangi seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaโban. Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.โ ( HR Ibnu Majah)
Hadis semakna juga diriwayatkan Ahmad, Ibnu Hiban, Baihaqy dan lain lain. Penilaian ulama hadis umumnya berkisar antara sahih, hasan, dan dhaif, artinya belum disepakati kesahihannya.
Mahmลซd Muhammad Khattฤb al-Subkฤซ (w. 1352 H/1933 M) penulis kitab ad-Dฤซn al-Khฤliแนฃ aw Irsyฤd al-Khalq ilฤ Dฤซn al-แธคaqq pada juz 3ย halaman 303 menulis :
(ูุนูู ุงูุฌู ูุฉ) ููู ุงูุฃุญุงุฏูุซ ุงููุงุฑุฏุฉ ูู ูููุฉ ุงููุตู ู ู ุดุนุจุงู ุฏุงุฆุฑ ุฃู ุฑูุง ุจูู ุงููุถุน ูุงูุถุนู (ูุงู) ุฃุจู ุจูุฑ ุจู ุงูุนุฑุจู: ููุณ ูู ูููุฉ ุงููุตู ู ู ุดุนุจุงู ุญุฏูุซ ูุนูู ูุนููุ ูุง ูู ูุถููุง ููุง ูู ูุณุฎ ุงูุขุฌุงู ูููุงุ ููุง ุชูุชูุชูุง ุฅููู (3) (ูููู) ุฃุจู ุดุงู ุฉ ุนูู ูุงู: ููุณ ูู ูููุฉ ุงููุตู ู ู ุดุนุจุงู ุญุฏูุซ ูุณุงูู ุณู ุงุนู ” ูููููู ” ุงูุญุฏูุซ ุงูุถุนูู ูุนู ู ุจู ูู ูุถุงุฆู ุงูุฃุนู ุงู ” ู ุญูู ” ุฅู ูู ูุดุชุฏ ุถุนูู ูู ุง ููุง. ุนูู ุฃููุง ูุง ูููุฑ ุงุณุชุญุจุงุจ ุฅุญูุงุฆูุง ุจุงูุทุงุนุฉ ู ุบูุฑูุง ู ู ุจุงูู ุงูููุงูู ุนูู ุงููุฌู ุงูู ุดุฑูุน ุจูุง ุงุฑุชูุงุจ ู ุญุฐูุฑ ุฃูู (ููุงู) ุฃุจู ุดุงู ุฉ: ููุงู ุงูููู ู ุณุชุญุจ ูู ุฌู ูุน ููุงูู ุงูุณูุฉ ููุฐู ุจุนุถ ุงูููุงูู ุงูุชู ูุงู ูุตูู ูููุง ููุญูููุง ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูุฅูู ุง ุงูู ุญุฐูุฑ ุงูู ููุฑ ุชุฎุตูุต ุจุนุถ ุงูููุงูู ุจุตูุงุฉ ู ุฎุตูุตุฉ ุนูู ุตูุฉ ู ุฎุตูุตุฉ ุฃูู.ุงูุฏูู ุงูุฎุงูุต ุฃู ุฅุฑุดุงุฏ ุงูุฎูู ุฅูู ุฏูู ุงูุญู (3/ 303)
“Secara umum, semua hadis yang diriwayatkan tentang malam pertengahan Syaโban berkisar antara palsu (maudhuโ) dan lemah (dhaโif). Abu Bakr ibn al-โArabฤซ berkata: Tidak ada satu pun hadis tentang malam pertengahan Syaโban yang dapat dijadikan sandaran, baik tentang keutamaannya maupun tentang penetapan ajal di dalamnya. Maka janganlah kalian menoleh kepadanya.
Abu Shฤmah menukil darinya: Tidak ada satu pun hadis tentang malam pertengahan Syaโban yang layak untuk didengar. Adapun perkataan sebagian orang bahwa โhadis dhaโif boleh diamalkan dalam fadฤโil al-aโmฤl (keutamaan amal)โ, maka tempatnya adalah jika kelemahannya tidak terlalu parah, sedangkan dalam hal ini kelemahannya sangat berat. Namun, kami tidak mengingkari anjuran menghidupkan malam itu dengan ketaatan sebagaimana malam-malam lainnya, dengan cara yang sesuai syariat tanpa melakukan hal yang terlarang.
Abu Shฤmah juga berkata: Qiyฤm al-layl (salat malam) itu disunnahkan pada seluruh malam sepanjang tahun. Malam nisfu Syaโban hanyalah termasuk sebagian malam yang memang biasa dihidupkan oleh Nabi ๏ทบ dengan salat. Yang tercela dan harus diingkari adalah mengkhususkan sebagian malam dengan salat tertentu pada tata cara khusus.”
Mengenai hukum menyambut nishfu Syakban dengan berkumpul dengan melakukan ritual bersama-sama dinyatakan makruh oleh jumhur ulama sebagaimana dijelaskan dalam al-Mausuโah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah juz 2 halaman 236 di bawah ini.
ุงูุงูุฌูุชูู ูุงุนู ูุฅููุญูููุงุกู ููููููุฉู ุงููููุตููู ู ููู ุดูุนูุจูุงูู :
14 – ุฌูู ููููุฑู ุงููููููููุงุกู ุนูููู ููุฑูุงููุฉู ุงูุงูุฌูุชูู ูุงุนู ูุฅููุญูููุงุกู ููููููุฉู ุงููููุตููู ู ููู ุดูุนูุจูุงูู ุ ููุตูู ุนูููู ุฐููููู ุงููุญููููููููุฉู ููุงููู ูุงูููููููุฉู ุ ููุตูุฑููุญููุง ุจูุฃูููู ุงูุงูุฌูุชูู ูุงุนู ุนูููููููุง ุจูุฏูุนูุฉู ููุนูููู ุงูุฃููุฆูู ููุฉู ุงููู ูููุนู ู ููููู (4) . ูููููู ููููู ุนูุทูุงุกู ุจููู ุฃูุจูู ุฑูุจูุงุญู ููุงุจููู ุฃูุจูู ู ูููููููุฉู . ููุฐูููุจู ุงูุฃููููุฒูุงุนูููู ุฅูููู ููุฑูุงููุฉู ุงูุงูุฌูุชูู ูุงุนู ููููุง ููู ุงููู ูุณูุงุฌูุฏู ูููุตูููุงูุฉู ุ ูุฃููููู ุงูุงูุฌูุชูู ูุงุนู ุนูููู ุฅูุญูููุงุกู ููุฐููู ุงููููููููุฉู ููู ู ููููููู ุนููู ุงูุฑููุณููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ูููุงู ุนููู ุฃูุญูุฏู ู ููู ุฃูุตูุญูุงุจููู . ููุฐูููุจู ุฎูุงููุฏู ุจููู ู ูุนูุฏูุงูู ููููููู ูุงูู ุจููู ุนูุงู ูุฑู ููุฅูุณูุญูุงูู ุจููู ุฑูุงูููููููู ุฅูููู ุงุณูุชูุญูุจูุงุจู ุฅูุญูููุงุฆูููุง ููู ุฌูู ูุงุนูุฉู (1) .ุงูู ูุณูุนุฉ ุงูููููุฉ ุงููููุชูุฉ (2/ 236)
Berkumpul untuk menghidupkan malam nisfu Syaโban:
Mayoritas fuqaha berpendapat makruh berkumpul untuk menghidupkan malam pertengahan Syaโban. Hal ini ditegaskan oleh ulama Hanafiyyah dan Malikiyyah, bahkan mereka menyatakan bahwa berkumpul untuk itu adalah bidโah, dan para imam wajib mencegahnya. Pendapat ini juga dikatakan oleh โAแนญฤโ bin Abฤซ Rabฤแธฅ dan Ibn Abฤซ Mulaykah.
Al-Awzฤโฤซ berpendapat bahwa makruh berkumpul di masjid untuk salat pada malam tersebut, karena tidak ada riwayat dari Rasulullah ๏ทบ maupun dari salah seorang sahabatnya tentang menghidupkan malam nisfu Syaโban secara berjamaah.
Sedangkan Khฤlid bin Maโdฤn, Luqmฤn bin โฤmir, dan Isแธฅฤq bin Rฤhawaih berpendapat bahwa disunnahkan menghidupkan malam itu dengan berjamaah.
Inti kutipan di atas adalah, mayoritas ulama (Hanafi, Maliki, serta ulama Hijaz) menyatakan makruh, bahkan bidโah, dan harus dicegah berkumpul untuk memperingati nishfu Syakban. Sedang Al-Awzฤโฤซ berpendapat makruh berkumpul di masjid untuk salat malam nisfu Syaโban. Sebagian tabiโin dan Isแธฅฤq bin Rฤhawaih menganjurkan (istihbฤb) menghidupkan malam nisfu Syaโban secara berjamaah.
Sebagai penutup kita kutip Fatwa No. 2922 (11 Juni 2014) yang Membahas hukum menghidupkan malam Nisfu Syaโban, yang dikeluarkan Dar al-Iftaโ al-Urduniyah (ุฏุงุฑ ุงูุฅูุชุงุก ุงูุฃุฑุฏููุฉ), yaitu lembaga resmi fatwa negara Yordania.
ูููู ููุจู ููุง ุฅูู ุญูู ูู ู ูู ูู ูุต ุนูููู ุง ุงูุนูู ุงุก:
ุฃููุง: ุงุณุชุญุจุงุจ ุฅุญูุงุก ูููุฉ ุงููุตู ู ู ุดุนุจุงู ุจุงูุตูุงุฉ ุฅูู ุง ูููู ูุฑุงุฏูุ ูููุณ ุฌู ุงุนุฉุ ูุง ูู ุงูู ุณุฌุฏ ููุง ูู ุบูุฑ ุงูู ุณุฌุฏุ ูุฅูู ุง ุจุงูููุงู ุงููุฑุฏู ุจูู ุงูุนุจุฏ ูุฑุจู. ููุฐูู ูุต ุงููููุงุก ุนูู ูุฑุงูุฉ ุฅุญูุงุฆูุง ุฌู ุงุนุฉุ ูุฌุฏูุง ุฐูู ูุฏู ุฌู ูุน ุงูุณุงุฏุฉ ุงููููุงุก ู ู ุงูู ุฐุงูุจ ุงูุฃุฑุจุนุฉ.
ุซุงููุง: ูุง ูุฌูุฒ ุชุฎุตูุต ููุฆุฉ ุฎุงุตุฉ ููุตูุงุฉ ูููุฉ ุงููุตู ู ู ุดุนุจุงูุ ุจู ุง ุงุดุชูุฑ ุนูุฏ ุจุนุถ ุงููุงุณ ุจุงุณู “ุงูุตูุงุฉ ุงูุฃูููุฉ”ุ ููู ู ุงุฆุฉ ุฑูุนุฉ ููุฑุฃ ูู ูู ุฑูุนุฉ ุจุนุฏ ุงููุงุชุญุฉ ุณูุฑุฉ ุงูุฅุฎูุงุต ุนุดุฑ ู ุฑุงุชุ ููุฐู ุงูุตูุงุฉ ุฃูุถุง ุบูุฑ ู ุดุฑูุนุฉุ ูุฃููุฑูุง ุงูุนูู ุงุกุ ููุง ูุฌูุฒ ูุณุจุชูุง ุฅูู ุงูุฏููุ ูุฅูู ุง ูุตูู ุงูู ุณูู ูุญุฏู ู ุง ุชูุณุฑ ููุ ููุญุฑุต ุนูู ูุซุฑุฉ ุงูุฏุนุงุก ูุณุคุงู ุงููู ุงูุญุงุฌุงุช.
ูุงู ุงููููู: “ุงูุตูุงุฉ ุงูู ุนุฑููุฉ ุจุตูุงุฉ ุงูุฑุบุงุฆุจ ูุตูุงุฉ ูููุฉ ูุตู ุดุนุจุงู ู ุงุฆุฉ ุฑูุนุฉุ ููุงุชุงู ุงูุตูุงุชุงู ุจุฏุนุชุงู ูู ููุฑุงู ูุจูุญุชุงูุ ููุง ูุบุชุฑ ุจุฐูุฑูู ุง ูู ูุชุงุจ ููุช ุงููููุจ ูุฅุญูุงุก ุนููู ุงูุฏููุ ููุง ุจุงูุญุฏูุซ ุงูู ุฐููุฑ ูููู ุง ูุฅู ูู ุฐูู ุจุงุทูุ ููุง ูุบุชุฑ ุจุจุนุถ ู ู ุงุดุชุจู ุนููู ุญูู ูู ุง ู ู ุงูุฃุฆู ุฉ ูุตูู ูุฑูุงุช ูู ุงุณุชุญุจุงุจูู ุงุ ูุฅูู ุบุงูุท ูู ุฐูู” ุงูู ุฌู ูุน ุดุฑุญ ุงูู ูุฐุจ (4/56). ูุงููู ุฃุนูู
โNamun di sini perlu ditegaskan dua hukum penting yang telah dinyatakan oleh para ulama:
Pertama, disunnahkan menghidupkan malam Nisfu Syaโban dengan shalat secara individu, bukan berjamaah, baik di masjid maupun di tempat lain. Ibadah ini dilakukan secara pribadi antara seorang hamba dengan Tuhannya. Oleh karena itu, para fuqaha menegaskan makruhnya menghidupkan malam tersebut secara berjamaah, dan hal ini ditemukan dalam pendapat seluruh ulama dari empat mazhab.
Kedua, tidak boleh menetapkan bentuk khusus untuk shalat malam Nisfu Syaโban, sebagaimana yang dikenal di kalangan sebagian orang dengan nama โshalat al-alfiyyahโ, yaitu seratus rakaat dengan membaca surah al-Ikhlash sepuluh kali setelah al-Fatihah di setiap rakaat. Shalat ini juga tidak disyariatkan, telah diingkari oleh para ulama, dan tidak boleh dinisbatkan kepada agama. Seorang muslim cukup shalat sendirian sesuai kemampuan, serta memperbanyak doa dan memohon kebutuhan kepada Allah.
Imam an-Nawawi berkata: โShalat yang dikenal dengan shalat Raghaib dan shalat malam Nisfu Syaโban seratus rakaat, keduanya adalah bidโah dan kemungkaran yang buruk. Jangan tertipu dengan penyebutannya dalam kitab Qลซt al-Qulลซb dan Ihyฤโ โUlลซm ad-Dฤซn, dan jangan pula dengan hadis yang disebutkan di dalamnya, karena semua itu batil. Jangan pula tertipu dengan sebagian imam yang keliru dalam menilai keduanya lalu menulis lembaran-lembaran tentang anjuran melakukannya; sesungguhnya ia telah salah dalam hal itu.โ (al-Majmลซโ Syarh al-Muhadzdzab, 4/56). Wallฤhu aโlam.โ(https://www.aliftaa.jo/fatwa/2922)
ย Penutup
Jika mengadakan ritual khusus malam nishfu Syakban masih ada perbedaan, maka sebenarnya kita tidak perlu khawatir, bahwa tiap malam berdasar hadis sahih Allah menyediakan waktu mustajab untuk berdoa dan juga mohon ampun yakni di 1/3 akhir malam. Ingat ini datang atau terjadi setiap malam, jadi tidak perlu repot menunggu satu tahun sekali.
Perhatikan hadis sahih di bawah ini.
ุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ุ ุฑูุถููู ุงูููููู ุนููููู ุ ุฃูููู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ููุงูู : ููููุฒููู ุฑูุจููููุง ุชูุจูุงุฑููู ููุชูุนูุงููู ููููู ููููููุฉู ุฅูููู ุงูุณููู ูุงุกู ุงูุฏููููููุง ุญูููู ููุจูููู ุซูููุซู ุงูููููููู ุงูุขุฎูุฑู ููููููู : ู ููู ููุฏูุนููููู ููุฃูุณูุชูุฌููุจู ูููู ู ููู ููุณูุฃูููููู ููุฃูุนูุทููููู ู ููู ููุณูุชูุบูููุฑูููู ููุฃูุบูููุฑู ูููู.ุตุญูุญ ุงูุจุฎุงุฑู
Dari Abลซ Hurairah r.a., bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda: โTuhan kita Tabฤraka wa Taโฤlฤ turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya.โ
Ibnu Bathal dalam syarahnya menjelaskan.
ูุฐุง ููุช ุดุฑูู ู ุฑุบุจ ููู ุฎุตูู ุงููู ุชุนุงูู ุจุงูุชูุฒู ููู ุ ูุชูุถูู ุนูู ุนุจุงุฏู ุจุฅุฌุงุจุฉ ู ู ุฏุนุง ููู ุ ูุฅุนุทุงุก ู ู ุณุฃูู ุ ุฅุฐ ูู ููุช ุฎููุฉ ูุบููุฉ ูุงุณุชุบุฑุงู ูู ุงูููู ูุงุณุชูุฐุงุฐ ุจู ุ ูู ูุงุฑูุฉ ุงูุฏุนุฉ ูุงููุฐุฉ ุตุนุจ ุนูู ุงูุนุจุงุฏ ุ ูุง ุณูู ุง ูุฃูู ุงูุฑูุงููุฉ ูู ุฒู ู ุงูุจุฑุฏ ุ ููุฃูู ุงูุชุนุจ ูุงููุตุจ ูู ุฒู ู ูุตุฑ ุงูููู ุ ูู ู ุขุซุฑ ุงูููุงู ูู ูุงุฌุงุฉ ุฑุจู ูุงูุชุถุฑุน ุฅููู ูู ุบูุฑุงู ุฐููุจู ุ ูููุงู ุฑูุจุชู ู ู ุงููุงุฑ ูุณุฃูู ุงูุชูุจุฉ ูู ูุฐุง ุงูููุช ุงูุดุงู ุนูู ุฎููุฉ ููุณู ุจูุฐุชูุง ูู ูุงุฑูุฉ ุฏุนุชูุง ูุณูููุง ุ ูุฐูู ุฏููู ุนูู ุฎููุต ููุชู ูุตุญุฉ ุฑุบุจุชู ููู ุง ุนูุฏ ุฑุจู ุ ูุถู ูุช ูู ุงูุฅุฌุงุจุฉ ุงูุชู ูู ู ูุฑููุฉ ุจุงูุฅุฎูุงุต ูุตุฏู ุงูููุฉ ูู ุงูุฏุนุงุก ุ ุฅุฐ ูุง ููุจู ุงููู ุฏุนุงุกู ู ู ููุจ ุบุงูู ูุงูู .)ุดุฑุญ ุตุญูุญ ุงูุจุฎุงุฑู ู ูุงุจู ุจุทุงู (10/ 89)
โIni adalah waktu yang mulia dan sangat dianjurkan. Allah Taโala telah mengkhususkannya dengan turunnya (rahmat-Nya), serta berkenan mengabulkan doa orang yang berdoa pada waktu itu, dan memberi kepada orang yang meminta. Karena waktu itu adalah saat kesunyian, kelalaian, tenggelam dalam tidur, dan kenikmatan tidur. Meninggalkan kenyamanan dan kelezatan tidur adalah hal yang berat bagi hamba, khususnya bagi orang-orang yang hidup dalam kemewahan di musim dingin, dan bagi orang-orang yang letih dan lelah di musim ketika malam begitu singkat.
Maka siapa yang lebih memilih bangun untuk bermunajat kepada Tuhannya, merendahkan diri memohon ampunan atas dosa-dosanya, memohon agar dilepaskan dari neraka, dan meminta taubat pada waktu yang sulit iniโketika ia harus menyendiri dari kenikmatan dirinya, meninggalkan kesenangan dan ketenangan tidurnyaโmaka itu adalah tanda ketulusan niatnya dan kebenaran keinginannya terhadap apa yang ada di sisi Tuhannya.
Karena itu, dijamin baginya terkabulnya doa, yang selalu terkait dengan keikhlasan dan ketulusan niat dalam berdoa. Sebab Allah tidak menerima doa dari hati yang lalai dan berpaling.โ
Intinya, Ibn Baแนญแนญฤl menekankan bahwa bangun di waktu malam (khususnya sepertiga malam terakhir) adalah bukti keikhlasan dan kesungguhan seorang hamba, karena ia rela meninggalkan kenikmatan tidur demi bermunajat kepada Allah. Doa di waktu ini lebih dekat kepada ijabah (dikabulkan), sebab disertai dengan hati yang hadir dan niat yang tulus. (Syarแธฅ แนขaแธฅฤซแธฅ al-Bukhฤrฤซ karya Ibn Baแนญแนญฤl (10/89):




