Menjadi Berperan di Tengah Era Tak Tahu Arah
Oleh : Nita Dwi Astuti (Sekolah Tabligh PWM Jateng)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Saudaraku yang dirahmati Allah
Di zaman yang penuh dengan perubahan dan ketidakpastian ini, banyak di antara kita yang merasa kebingungan atau bahkan kehilangan arah. Berbagai macam tantangan dan masalah muncul, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, ataupun masyarakat. Dunia digital yang semakin maju pun memberikan banyak informasi, tetapi seringkali membuat kita merasa terombang-ambing. Lantas, bagaimana kita bisa tetap berperan dan menjaga diri agar tidak terjerumus dalam kebingungan yang tiada akhir?
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an, surah Al-Baqarah ayat 286:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
(QS. Al-Baqarah 2:286)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap ujian dan tantangan yang datang dalam hidup, termasuk kebingungan atau rasa tidak tahu arah, adalah sesuai dengan kapasitas kita untuk menghadapinya. Jika kita merasa tidak tahu arah, ingatlah bahwa Allah memberikan kemampuan pada kita untuk tetap bertahan dan menemukan jalan yang benar.
Rasulullah SAW juga memberikan teladan yang sangat luar biasa dalam menghadapi zaman yang penuh dengan tantangan. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda “Di akhir zaman, akan datang suatu zaman yang penuh dengan fitnah, di mana orang yang sabar dalam menghadapi fitnah tersebut seperti memegang bara api.”
(HR. Muslim)
Namun, meskipun tantangan itu berat, Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk tetap berperan dalam kehidupan ini, untuk tetap menjadi pribadi yang bermanfaat, dan untuk terus memperbaiki diri, meskipun di tengah kesulitan. Ada beberapa langkah yang bisa kita ambil untuk tetap berperan di tengah zaman yang penuh kebingungan ini.
Tips Menjadi Berperan di Tengah Era Tak Tahu Arah:
- Teguhkan Niat dan Tujuan Hidup
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surah Al-A’raf ayat 64:
“Dan jika mereka berpaling, maka katakanlah, ‘Aku telah menyampaikan risalah kepada kalian semua dengan benar
Ini mengajarkan kita untuk memiliki niat dan tujuan hidup yang jelas: untuk beribadah kepada Allah dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain. Tanpa tujuan yang jelas, kita akan mudah terombang-ambing oleh arus zaman. - Selalu Berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah
Di tengah kebingungan, jangan lupa untuk selalu kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Allah berfirman dalam surah Al-Ma’idah ayat 3:
“Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Ku-cukupkan nikmat-Ku atas kalian, dan telah Ku-ridhoi Islam sebagai agama bagi kalian.”
Dalam setiap masalah dan kebingungan, Al-Qur’an dan Sunnah adalah sumber petunjuk yang abadi. - Bersabar dan Menghadapi Ujian dengan Lapang Dada
Dalam hidup ini, ujian adalah sesuatu yang pasti. Allah berfirman dalam QS.As Syarh:6
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
Ketika kita merasa terhimpit atau bingung, ingatlah bahwa Allah tidak akan memberikan ujian yang melebihi kemampuan kita. Bersabarlah dan yakinlah bahwa setelah setiap kesulitan akan datang kemudahan. - Perbanyak Doa dan Istighfar
Salah satu cara terbaik untuk menemukan arah adalah dengan banyak berdoa. Berdoalah kepada Allah, memohon petunjuk-Nya dalam setiap langkah kehidupan. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk selalu beristighfar dan memohon ampun kepada Allah, karena dengan istighfar hati menjadi tenang dan masalah menjadi ringan. - Jaga Hubungan dengan Sesama
Di tengah era yang penuh dengan informasi ini, penting untuk tetap menjaga hubungan baik dengan sesama. Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.”
(HR.Ahmad)
Menjadi berperan bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi juga untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Dengan saling mendukung, kita bisa lebih kuat dalam menghadapi berbagai kesulitan.
Teladan dari Para Sahabat Nabi
Sahabat Nabi Muhammad SAW, seperti Abu Bakr, Umar, Utsman, dan Ali, memberikan contoh yang luar biasa dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Mereka tetap teguh dalam menjalankan peran mereka sebagai umat Islam, meskipun berada di tengah tantangan besar. Mereka selalu mengedepankan kejujuran, keteguhan iman, dan kepedulian terhadap sesama, walaupun dunia pada saat itu penuh dengan fitnah dan ujian.
Penutup
Saudaraku, hidup di zaman yang penuh dengan ketidakpastian memang tidak mudah. Namun, dengan kembali kepada prinsip-prinsip agama, memperbaiki niat, dan terus berusaha menjadi pribadi yang bermanfaat, kita bisa tetap berperan dan menemukan arah yang benar. Ingatlah bahwa Allah tidak akan membebani kita dengan sesuatu yang tidak kita mampu, dan setiap ujian pasti ada jalan keluarnya.
Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk terus berperan dengan baik, menjadi pribadi yang penuh manfaat, dan selalu berada di jalan yang diridhai oleh Allah.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.




