Fenomena Fatherless Diantara Tanda-Tanda Kiamat
Oleh : Fachrizal (Majelis Tabligh PWM Jateng)

عَنْ أَنَسٍ قَالَ: لَأُحَدِّثَنَّكُمْ حَدِيثًا لَا يُحَدِّثُكُمْ أَحَدٌ بَعْدِي، سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يَقِلَّ الْعِلْمُ، وَيَظْهَرَ الْجَهْلُ، وَيَظْهَرَ الزِّنَا، وَتَكْثُرَ النِّسَاءُ، وَيَقِلَّ الرِّجَالُ، حَتَّى يَكُونَ لِخَمْسِينَ امْرَأَةً الْقَيِّمُ الْوَاحِدُ رواه البخاري و مسلم
Dari Anas r.a. berkata: “Sungguh aku akan menyampaikan kepada kalian sebuah hadits yang tidak akan disampaikan lagi oleh siapa pun setelahku. Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Di antara tanda-tanda Kiamat adalah berkurangnya ilmu, tampaknya kebodohan, merebaknya perzinaan, banyaknya perempuan, dan sedikitnya laki-laki, hingga satu laki-laki menjadi penanggung jawab bagi lima puluh perempuan.’” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Pesan dari Hadits tersebut adalah informasi dari Nabi Muhammad ﷺ tentang tanda-tanda kiamat diantara adalah sedikitnya laki-laki. Sedikit selain jumlah secara angka, sedikit dalam hal ini adalah peran dan tanggung jawab laki-laki. Sebagai seorang muslim wajib untuk percaya terhadap konten hadits tersebut. Kepercayaan itu diperkuat dengan fenomena yang terjadi.
Akhir-akhir ini sebagian kita dihadapkan pada sebuah gerakan ayah mengambil rapor anak-anaknya. Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) adalah inisiatif dari BKKBN yang mengimbau ayah untuk hadir langsung saat pengambilan rapor sebagai simbol kepedulian dan penguatan peran ayah dalam pendidikan anak, membangun kedekatan emosional, dan meningkatkan motivasi belajar anak.
Fenomena tersebut mengingatkan kita bahwa Indonesia menjadi peringkat 3 fatherless di dunia. Sebuah istilah berupa Absennya ayah secara fisik anak tidak tinggal bersama ayah, misalnya karena perceraian, kematian, atau ayah tinggal jauh dari keluarga atau secara fisik masih ada Ayah namun ketiadaan peran ayah secara emosional/psikologis, meskipun ayah masih hidup, artinya ayah tidak terlibat secara aktif dalam pengasuhan, komunikasi, dan dukungan anak.
20,1–20,9% anak di Indonesia tumbuh tanpa sosok ayah yang aktif dalam pengasuhan.
Ini berarti sekitar 15,9 juta anak dari total 79,4 juta anak berusia <18 tahun mengalami kondisi fatherless. Dari jumlah tersebut:
• 4,4 juta anak tinggal di keluarga tanpa ayah secara fisik.
• 11,5 juta anak lain tinggal bersama ayah yang jam kerjanya sangat panjang (≥60 jam/minggu), sehingga minim keterlibatan emosional.
UNICEF 2021 mencatat 20,9% anak Indonesia tumbuh tanpa keterlibatan ayah yang aktif, faktor yang disebut juga dalam data BPS.
Jika membaca data tersebut, maka sebagai seorang Ayah harus introspeksi diri dan memahami peran dan tanggung jawab sebagai Ayah yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban. Selanjutnya harus yakin bahwa Allah memberikan amanah tersebut sekaligus melengkapi segala komponen untuk mendukung seorang ayah menjalankan perannya.
Sebagai seorang Istri, jika sudah mendapati figur suami sekaligus ayah bagi anak-anaknya yang berusaha bertanggung jawab dan menjalankan peran nya dengan baik maka wajib disyukuri, diakui dan didukung. Mudah-mudahan kita semua mendapat bimbingan dari Allah SWT sehingga mampu menjalankan peran kita masing-masing secara baik dihadapan Allah SWT
WALLAHU A’LAM BISSHOWAB




