Wujudkan Masjid Berkemajuan, MNH Tanjung Purwokerto Tebar Kebahagiaan untuk Yatim dan Santri TPQ

PURWOKERTO, – Menjadikan masjid sebagai pusat solusi bagi problematika umat terus diikhtiarkan oleh Masjid Nur Hidayah (MNH) Tanjung, Purwokerto Selatan. Melalui semangat “Masjid yang Mencerahkan dan Membahagiakan”, takmir MNH menggelar aksi nyata pemberdayaan jamaah dalam rangkaian Amaliah Ramadhan 1447 H.
Berlokasi di Jl. Pahlawan Gg. IX Tanjung, masjid di bawah binaan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tanjung ini menyalurkan 27 paket santunan dan logistik. Sasaran utama program ini adalah 15 anak yatim dan 8 santri TPQ yang selama ini aktif memakmurkan Masjid Nur Hidayah.
Masjid sebagai Solusi Umat
Ketua Takmir Masjid Nur Hidayah (MNH), Umar, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa peran masjid tidak boleh berhenti di dalam mihrab saja. Masjid harus hadir menyentuh sisi kemanusiaan jamaahnya, terutama bagi mereka yang sedang berjuang menghadapi beratnya beban kehidupan.
“Perhatian khusus kami berikan kepada anak-anak yatim. Kami ingin masjid menjadi pelipur lara, tempat di mana mereka merasa memiliki keluarga besar yang peduli. Semoga santunan ini bisa menghadirkan senyum dan kebahagiaan di bulan yang mulia ini,” ujar Umar.
Selain yatim, para santri TPQ juga menjadi prioritas. Bagi takmir, mereka adalah investasi masa depan. “Santri TPQ adalah penerus jejak kebaikan dan ketaatan. Menjaga semangat mereka dalam belajar Al-Qur’an adalah bagian dari tugas masjid untuk memastikan estafet dakwah terus berjalan,” tambahnya.
Ranting Itu Penting: Layanan Langsung ke Jamaah
Hadir dalam kegiatan tersebut, Bapak Cartiman, Amd., selaku perwakilan dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tanjung. Beliau memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif takmir MNH dalam menerjemahkan visi Muhammadiyah di tingkat akar rumput.
“Ranting itu penting karena di sinilah pelayanan langsung kepada jamaah persyarikatan terjadi. Hadirnya program di Masjid Nur Hidayah ini merupakan bukti nyata bagaimana ranting menyokong eksistensi persyarikatan melalui pelayanan yang tulus,” tegas Cartiman.
Beliau menambahkan bahwa kemajuan Muhammadiyah diukur dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat di sekitarnya. “Masjid harus menjadi solusi. Jika jamaah ada masalah, masjidlah tempat pertama mereka mengadu dan mencari bantuan,” imbuhnya.
Pemberdayaan yang Membahagiakan
Program berbagi 82 paket ini merupakan manifestasi dari konsep pemberdayaan masyarakat berbasis masjid. Salah satu jamaah sekaligus penerima manfaat, Dwi Hantoro, menyampaikan rasa syukur dan harunya atas perhatian yang diberikan oleh pihak takmir.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Di sini kami merasakan betul bagaimana masjid Muhammadiyah itu memajukan dan mencerahkan. Apapun masalahnya, masjid hadir memberi solusi. Ini sangat membahagiakan kami sebagai jamaah,” ungkap Dwi.
Melalui gerakan ini, MNH Tanjung membuktikan bahwa masjid yang dikelola dengan manajemen yang progresif mampu menjadi oase di tengah masyarakat—mencerahkan dengan ilmu dan membahagiakan dengan kepedulian sosial yang nyata.
Agus Salim
Ketua PCPM Purwokerto Selatan




