
Fenomena salat tarawih kilat bahkan super kilat bisa ditemukan dengan mudah di bulan Ramadhan ini. Salat tarawih 20 rakaat dilakukan hanya 6 sampai 10 menit. Yang lain agak lamaan dikit, tapi masih termasuk dalam hitungan cepat. Tidak jarang terjadi pelaksanaan salat 20 rakaat lebih dulu selesai dibanding yang melaksanakan 8 rakaat. Bagi yang biasa salat dengan โstandarโ tentu tidak nyaman apalagi khusyuโ dengan salat yang cepat ini. Gerakan dan bacaan satu saja belum selesai dengan tuntas sudah diajak ganti gerakan dan bacaan, apalagi bagi orang tua bisa sampai kepontal-pontal mengikutinya. Salat kilat ini tentu dipertanyakan akan tumakninahnya? Sudahkah terpenuhi? Kalau belum, gak bahaya ta?
Dalam fikih mazhab Maliki, Syafiโi dan Hanbali, tumakninah khususnya dalam rukuk, iktidal dan sujud dimasukkan sebagai sebuah kewajiban atau rukun dalam salat. Tanpa tumakninah salatnya tidak sah. Sedang Imam Abu Hanifah hanya menganggap sebagai sunnah saja, bukan wajib.( al-Aini : 4 : 47)
Tumakninah sendiri dimaknai sebagai diam sejenak sekurang-kurangnya bisa menyelesaikan satu tasbih rukuk atau sujud. Artinya jangan sampai sujud dan rukuk disertai membaca satu tasbih saja tidak atau belum sempurna sudah ganti atau berpindah gerakan.
Bagaimana ancaman pelaku salat yang tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya alias tidak tumakninah? Simak hadis berikut ini.
Disebutkan dalam Musnad Imam Ahmad rahimahullah bahwa Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam bersabda :
ุฃูุณูููุฃู ุงููููุงุณู ุณูุฑูููุฉู ุงูููุฐูู ููุณูุฑููู ู ููู ุตููุงุชูููุ ููุงูููุง: ููุง ุฑูุณูููู ุงููููููุ ูููููููู ููุณูุฑููู ู ููู ุตููุงูุชูููุ ููุงูู: โูุงู ููุชูู ูู ุฑููููุนูููุง ูููุงู ุณูุฌููุฏูููุง
Pencuri terjelek adalah orang yang mencuri (sesuatu) dari salatnya.โ Para Shahabat Radhiyallahu anhum bertanya, โWahai Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam ! Bagaimana seseorang mencuri sesuatu dari salatnya ?โ Beliau Shallallahu โalaihi wa sallam menjawab, โDia tidak menyempurnakan rukuโ dan sujudnya.
Keras sekali tuduhan dalam hadis ini, sejelek-jelek pencuri salat bagi yang tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya.
Ancaman bagi yang tidak mneyempurnalan rukuk dan sujud juga bisa diketahui dari hadis di bawah ini.
ุฃูู ูุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ุฑูุฃูู ุฑูุฌููุง ูุง ููุชูู ูู ุฑููููุนููู ููููููุฑู ููู ุณูุฌููุฏููู ูููููู ููุตููููู ุ ููููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู : ูููู ู ูุงุชู ููุฐูุง ุนูููู ุญูุงูููู ููุฐููู ู ูุงุชู ุนูููู ุบูููุฑู ู ููููุฉู ู ูุญูู ููุฏู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู
Bahwa Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam melihat seorang laki-laki tidak menyempurnakan rukuknya, dan mematuk di dalam sujudnya, ketika dia sedang salat, maka Beliau Shallallahu โalaihi wa sallam bersabda, โJika orang ini mati dalam keadaannya seperti itu, dia benar-benar mati tidak di atas agama Muhammad Shallallahu โalaihi wa sallam โ.( HR Thabrani)
Riwayat senada bisa ditemukan daam sahih al-Bukhรขri sebagai berikut :
ุฃูููู ุญูุฐูููููุฉู ุจููู ุงูููู ูุงูู ุฑูุฃูู ุฑูุฌูููุง ููุง ููุชูู ูู ุฑููููุนููู ููููุง ุณูุฌููุฏููู ููููู ููุง ููุถูู ุตูููุงุชููู ููุงูู ูููู ุญูุฐูููููุฉู โู ูุง ุตููููููุชู ููุงูู ููุฃูุญูุณูุจููู ููุงูู ูููู ู ูุชูู ู ูุชูู ุนูููู ุบูููุฑู ุณููููุฉู ู ูุญูู ููุฏู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู โ โููู ุฑูุงูุฉ-: ูููููู ู ูุชูู ู ูุชูู ุนูููู ุบูููุฑู ุงููููุทูุฑูุฉู ุงูููุชูู ููุทูุฑู ุงูููููู ู ูุญูู ููุฏูุง ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุนูููููููุง
Bahwa Hudzaifah bin al-Yamรขn melihat seorang laki-laki tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. Ketika dia sudah menyelesaikan salatnya, Hudzaifah berkata kepadanya: โEngkau belum mengerjakan salatโ. Perawi berkata, โDan aku mengira Hudzaifah berkata kepadanya, โJika engkau mati (padahal salatmu seperti ini), engkau mati tidak di atas sunnah Muhammad Shallallahu โalaihi wa sallam โ. Di dalam satu riwayat, โJika engkau mati (padahal shalatmu seperti ini), engkau mati tidak di atas fithrah yang Allรขh jadikan Muhammad Shallallahu โalaihi wa sallam di atas fathrah tersebutโ.
Dengan demikian, mari kita perbaiki salat-salat, baik salat fardhu maupun salat sunnah kita supaya diterima dan sesuai tuntunan syariat, sejak dari mulai dari menata niat yang benar dan ikhlas karena Allah, hingga tertib, urut, dari gerakan sampai bacaan serta tumakninah dan tidak โpecicilanโ. Jangan hanya karena ingin mengejar jumlah rakaat yang banyak lantas kualitas kita korbankan.



