Sambut Ramadan dengan Hati Bersih, Ratusan Jamaah An Nisa Danaraja Antusias Simak Paparan Gus Pri

Banjarnegara– Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Majlis Taklim An Nisa Desa Danaraja kembali menggelar agenda rutin Pengajian Ahad Pagi pada Ahad (1/2/2026). Bertempat di Aula Balai Muslimin Danaraja, acara yang dimulai pukul 07.00 WIB ini dihadiri oleh jamaah yang datang dari berbagai penjuru dusun di wilayah Desa Danaraja dan sekitarnya.
Spirit Istikamah di Pagi Hari
Acara dibuka dengan khidmat melalui rangkaian doa, hafalan surat-surat pendek, serta lantunan selawat Nabi SAW yang menggema di seluruh ruangan.
Dalam sambutannya, Ketua Majlis Taklim An Nisa, Eny Rahayu, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para jamaah yang terus menjaga semangat istikamah. Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada pemateri yang hadir.
“Kami berterima kasih kepada Ustaz Agus Priyadi yang telah berkenan hadir di tengah kesibukannya yang padat. Semoga kehadiran beliau membawa keberkahan bagi kita semua dalam mempersiapkan diri menuju bulan suci,” ujar Eny.
Pentingnya Qolbun Salim (Hati yang Bersih)
Hadir sebagai narasumber, Ustaz Agus Priyadi, S.Pd.I.—atau yang akrab disapa Gus Pri—membawakan tema inspiratif: “Bersih Hati untuk Sambut Ramadan Nan Suci”. Penulis portal dakwah online ini menekankan bahwa persiapan fisik saja tidak cukup untuk menyambut Ramadan; persiapan batin adalah kunci utama.
Mengutip QS. Asy-Syu’ara ayat 88-89, Gus Pri menjelaskan bahwa di akhirat kelak, harta dan anak tidak lagi berguna kecuali mereka yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (Qolbun Salim).
“Hati yang bersih adalah hati yang bebas dari noda syirik dan penyakit-penyakit hati seperti iri, dengki, dan dendam,” jelasnya. Beliau juga menyitir hadis riwayat Muslim mengenai pentingnya perdamaian antar sesama muslim agar ampunan Allah tidak tertangguhkan.
Langkah Praktis Membersihkan Hati
Untuk memudahkan jamaah, Gus Pri merumuskan langkah praktis dalam menjaga kebersihan hati, di antaranya:
Taubatan Nasuha : Tobat yang sebenar-benarnya dan tidak mengulangi kesalahan.
Istighfar: Merutinkan permohonan ampun kepada Allah.
Memaafkan Secara Total: Menghilangkan dendam terhadap sesama.
Muhasabah: Introspeksi diri terhadap dosa-dosa masa lalu untuk diperbaiki.
Suasana Hangat dan Humoris
Meski materi yang disampaikan cukup mendalam, suasana pengajian terasa segar. Gaya penyampaian Gus Pri yang semangat, interaktif, dan diselingi dengan humor serta cerita-cerita menarik membuat para jamaah betah menyimak hingga akhir.
Kajian ditutup pada pukul 08.15 WIB dengan doa Kafaratul Majlis. Usai acara formal, para jamaah tampak tidak langsung beranjak. Mereka memanfaatkan momen tersebut untuk ngobrol santai sambil menikmati hidangan ringan, mempererat tali silaturahmi antarwarga Desa Danaraja.




