Artikel

Al-Qur’an dan Lingkungan Hidup (Flora)

Oleh: Alvin Qodri Lazuardy, M.Pd/ Ka. SMP AT TIN UMP Islamic Green School

Al-Qur’an dan alam semesta adalah dua titipan agung dari Allah kepada umat manusia. Alam semesta sebagai jasmani dan Al-Qur’an sebagai rohani mencerminkan kebesaran Allah dan panduan untuk menjalani kehidupan yang penuh berkah. Ketika alam semesta menunjukkan kemahabesaran Sang Pencipta, Al-Qur’an memberikan petunjuk tentang bagaimana manusia seharusnya bersyukur, beribadah, serta berinteraksi dengan sesama dan lingkungan sekitar.

Al-Qur’an secara eksplisit menyebut berbagai elemen alam yang ada di bumi maupun di langit. Di antaranya adalah fenomena langit seperti mega, matahari, bulan, dan bintang, serta elemen bumi seperti sungai, laut, gunung, dan berbagai jenis flora dan fauna. Kehadiran berbagai unsur alam dalam kitab suci ini menunjukkan betapa pentingnya hubungan antara manusia dan alam dalam perspektif Islam.

Flora yang disebutkan dalam Al-Qur’an mencakup berbagai jenis tumbuhan yang tumbuh di bumi, baik yang berbatang kuat seperti pepohonan maupun yang tidak berbatang dan merambat. Di antara yang disebutkan adalah pohon kurma, zaitun, tin, anggur, pisang, delima, dan berbagai jenis sayuran dan rempah seperti bawang putih, bawang merah, jahe, dan biji sawi. Penyebutan berbagai flora ini bukan hanya menunjukkan keragaman ciptaan Allah, tetapi juga menekankan pentingnya flora tersebut bagi kehidupan manusia.

Semua flora yang disebutkan dalam Al-Qur’an memiliki manfaat tersendiri yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia. Allah, sebagai Al-Khallaq, Maha Pencipta yang inovatif, menciptakan segala sesuatu dengan fungsi dan khasiat tertentu. Tugas manusia adalah mengkaji dan menguak rahasia serta manfaat dari setiap flora tersebut. Mereka yang berhasil mengungkap manfaat dan menyosialisasikannya kepada masyarakat demi niat karena Allah, termasuk dalam golongan penyebar ilmu yang bermanfaat.

Banyak flora yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan atau bahkan menjadi penyebab sembuhnya penyakit. Hal ini menunjukkan betapa besar dan luasnya hikmah yang terkandung dalam ciptaan Allah. Oleh karena itu, manusia diharapkan untuk senantiasa melakukan penelitian dan eksplorasi terhadap kekayaan alam yang telah diberikan Allah, dan menggunakannya dengan bijak serta bertanggung jawab.

Dengan mempelajari Al-Qur’an dan merenungkan alam semesta, manusia dapat memahami betapa besar kasih sayang dan kebijaksanaan Allah dalam menciptakan segala sesuatu. Tidak ada ilmu yang kita miliki kecuali yang diajarkan oleh Allah, sebagaimana disebutkan dalam doa: “Mahasuci Engkau, kami tak punya ilmu kecuali yang telah Kauajarkan kepada kami. Sungguh Engkau Maha Mengetahui dan Mahabijaksana. Ya Allah, ajari apa yang berguna bagi kami dan jadikan bermanfaat apa yang Kauajarkan kepada kami. Tambahilah kami ilmu, wahai Yang Mahaluas karunia dan pemberian-Nya.”

Doa ini mencerminkan kerendahan hati manusia di hadapan Allah dan keinginan untuk terus belajar serta memanfaatkan ilmu untuk kebaikan. Sebagai khalifah di bumi, manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memanfaatkan alam dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan petunjuk yang telah diberikan dalam Al-Qur’an. Dengan demikian, harmonisasi antara amanah alam semesta dan petunjuk ilahi dalam Al-Qur’an akan tercapai, membawa kesejahteraan dan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia.

Sumber Bacaan:
KH. Ashin Sakho’ Muhammad, Oase Qur’an Petunjuk dan Penyejuk Kehidupan, hal.252

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Check Also
Close
Back to top button