Silaturahmi

H. Umar Hasyim, Pendiri dan Penggerak Ranting Muhammadiyah Blimbingrejo Jepara

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jepara merupakan salah satu PDM yang memiliki keunggulan di PWM Jawa Tengah, salah satu unggulan PDM Jepara yaitu Pimpinan Ranting Muhammadiyah Blimbingrejo yang berada di Desa Blimbingrejo.

Desa Blimbingrejo secara geografis masuk wilayah kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara dengan luas wilayah 401,80 ha/m2 yang berbatasan disebelah utara  dengan Desa Tunggul Pandean (Kabupaten Jepara), Sebelah Selatan Desa Mijen (Kabupaten Demak), sebelah timurnya Desa Blimbing Kidul (Kabupaten Kudus) dan  sebelah baratnya Desa Dorang (Kabupaten Jepara).

Muhammadiyah hadir di desa Blimbingrejo berkat jasa seorang guru lulusan IKIP Muhammadiyah Surakarta yang bernama Umar Hasyim, beliau lahir di Jepara pada tanggal 30 Oktober 1943 putra kedua dari Bapak Mitra Sawiyan. Pengalaman Pendidikan beliau, diawali dari Tingkat SD dengan istilah Sekolah Rakyat (SR)  Mayong II (lulus tahun 1956), selain di SR beliau juga belajar di Madrasah Ibtidaiyah Ma’ahid Kudus (lulus tahun 1965), PGAN 6 Tahun Kudus (lulus tahun 1972), kemudian melanjutkan belajar di IKIP Muhammadiyah Kudus (lulus tahun 1975) belum cukup menimba ilmu di IKIP Muhammadiyah Kudus beliau juga kuliah di IKIP Muhammadiyah Surakarta (lulus tahun 1978). 

Profesi beliau seorang Guru PNS Pendidikan Agama Islam diangkat pertama pada tahun 1970-an, Tugas pertama beliau sebagai guru PAI di SD Negeri Blimbingrejo, kemudian berpindah ke SMP Negeri Mayong terakhir tugas di SMA Negeri Mayong. Selain mengajar beliau aktif menulis buku-buku ajar tentang agama islam maupun cerita ulama’-ulama yang menyebarkan Islam di tanah Nusantara ini  Diantara hasil karya beliau berupa buku antara lain : Muhammadiyah Jalan Lurus, Syetan Sebagai Tertuduh, Cara Mendidik Anak Dalam Islam Jilid I dan Jilid II, Mencari Takdir, Sunan Muria Antara Fakta dan Legenda, Mencari Ulama’, Apakah Anda Termasuk Ahlus Sunnah Wal Jamaah, Anak Saleh, Mahkota Surga Untuk Ayah Bunda, Bimbingan Puasa, dan beberapa tulisan beliau tentang Wali Sanga. serta Pancasila, UUD ’45 dan Islam. Namun buku Pancasila, UUD ’45 dan Islam tidak jadi beredar karena dilarang oleh Pemerintah. Selain itu masih banyak karya beliau yang tidak diketahui oleh penulis.

Perjuangan beliau dalam menggerakkan syiar agama Islam berawal dari tahun 1963 (2 tahun sebelum meletus G-30 S PKI) dengan mengumpulkan para pemuda untuk belajar Agama Islam yang lurus, jauh dari ajaran “Kejawen”. Dari beberapa pemuda itulah muncul keberanian untuk mengajak semakin banyak teman. Bahkan banyak juga pemuda dari luar desa yang ikut ngaji, menurut Ustadz Edi Purwanto selaku ketua PCPM Nalumsari yang juga penggerak dakwah Pemuda Muhammadiyah Rantring Blimbingrejo yang mendapatkan informasi dari beberapa sesepuh muhammadiyah  yang mengaku pernah belajar dengan beliau.

Lanjut cerita Ustadz Edi Purwanto hal besar yang dilakukan bapak Umar Hasyim pada awal-awal perjuangan dengan memanfaatkan “Masjid Wali” yang ada di desa Blimbingrejo menjadi tempat ibadah bagi para pemuda. Masjid yang awalnya angker dan sebagai tempat persembahan atau sajen (karena letaknya didekat makam) kemudian oleh beliau dirubah menjadi tempat ibadah yang bersih. Namun pada tahun 1980-an Masjid Wali harus dibongkar karena terkena proyek pembuatan sungai (tepat ditengah sungai). Sebagai ganti tanah Masjid Wali,maka pemerintah memberikan tanah di sebelah utara sungai. Di tanah itulah akhirnya didirikan Masjid Baitul Muttaqin.

Awal perjuangan bapak Umar Hasyim menemui banyak rintangan,yang dihadapi, bahkan usaha pembunuhan terhadap beliau beberapa kali terjadi,sampai kaca rumah beliau pecah dilempar seseorang. Pada saat pembangunan Musholla Al-Falah yang berada di lantai 2 dianggap gila oleh masyarakat, karena dianggap “kurang empyak gegedhen cagak”,sebab satu-satunya bangunan yang berlantai dua di desa Blimbingrejo saat itu.

Muhammadiyah ranting Blimbingrejo terus berkembang  pesat dengan AUM yang sudah dimiliki oleh Ranting Blimbingrejo antara lain :

  1. TPA (Taman Pengasuhan Anak) Aisyiyah Qurrota A’yun
  2. SPS (Satuan Paud Sejenis) TAAM I dan II
  3. TK ABA I dan II
  4. SD Muhammadiyah Blimbingrejo
  5. SMP Muhammadiyah Asy-Syifa’ Blimbingrejo (Pondok Pesantren)
  6. TPQ Aisyiyah Manafiul Ulum
  7. Madin Manafiul Ulum I, II, dan III
  8. Musholla : Baiturrahman, Hamzah Abu Arisy, Al-Falah, Al-Hidayah, At-Taqwa
  9. Masjid Baitul Muttaqin
  10. Gedung Dakwah Muhammadiyah Ranting Blimbingrejo

Sebagai penghormatan PRM Blimbingrejo kepada jasa beliau sebagai pendiri cikal bakal Muhammadiyah Ranting Blimbingrejo maka Gedung Dakwah Muhammadiyah Ranting Blimbingrejo dinamakan GDM “Umar Hasyim”. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jepara memberikan Piagam Penghargaan pada tahun 2018 sebagai Tokoh yang mengembangkan Muhammadiyah di Jepara.

Sumber : Edi Purwanto PCPM Nalumsari/PRPM Blimbingrejo

Tinggalkan Balasan

Back to top button